Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

6 Langkah Menjadi Pendengar yang Aktif

Motivator | Pembicara “Active listening is key to all healthy and effective communication, however, it doesn’t necessarily come easily.” – Susan C. Young

Active listening adalah teknik yang mengharuskan Anda untuk mendengarkan pembicara dengan penuh perhatian, memahami apa yang mereka katakan, menanggapi dan merenungkan apa yang dikatakan, dan menyimpan informasinya. Namun mendengarkan dan merenungkan, menanggapi, dan memberikan feedback secara aktif tidak selalu mudah.

Berikut 6 langkah yang bisa Anda coba untuk belajar menjadi pendengar aktif.

1. Memperhatikan

Jangan memotong pembicara. Biarkan mereka menyelesaikan kalimat mereka atau Anda bisa mulai merumuskan jawaban sebelum mereka selesai. Perhatikan bahasa tubuh serta kerangka pikiran Anda saat terlibat dalam sebuah diskusi. Fokus dan lakukan kontak mata.

2. Jangan Dulu Menilai atau Mengkritik

Mendengarkan secara aktif membutuhkan pikiran yang terbuka. Sebagai pendengar dan pemimpin, terbukalah terhadap ide-ide dan perspektif baru saat berlatih mendengarkan secara aktif. Bahkan ketika Anda memiliki argumen yang kuat, sebagai pendengar yang baik baik Anda harus mampu menahan diri untuk menilai, mengkritik, dan menghindari interupsi seperti berdebat atau menjatuhkan pendapat mereka.

Baca juga : 4 Tips Sukses Melatih Keterampilan Public Speaking

3. Refleksi

Saat menjadi pendengar, jangan berasumsi bahwa Anda selangkah lebih mau dari apa yang pembicara sampaikan. Refleksi adalah teknik mendengarkan aktif yang menunjukkan bahwa Anda dan pembicara berada di ‘halaman’ yang sama.

4. Klarifikasi

Jangan malu untuk bertanya tentang masalah apapun yang ambigu atau tidak jelas. Pertanyaan terbuka, klarifikasi, dan menelusuri informasi adalah alat mendengarkan aktif yang penting untuk melakukan refleksi diri dan pemecahan masalah, daripada membenarkan atau bertahan dengan asumsi. Sebagai pendengar aktif, Anda lebih dituntut untuk bertanya daripada memberi tahu.

5. Meringkas

Mengulang kembali topik-topik kunci saat percakapan berlanjut menegaskan dan memperkuat pemahaman Anda tentang sudut pandang orang lain. Ini juga membantu kedua belah pihak untuk memperjelas tanggung jawab dan tindak lanjut bersama. Rangkumlah secara singkat apa yang telah Anda pahami saat berlatih mendengarkan secara aktif, dan mintalah orang lain untuk melakukan hal yang sama.

6. Berbagi

Mendengarkan secara aktif pertama-tama tentang memahami orang lain, kemudian tentang dipahami sebagai pendengar. Saat Anda mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang perspektif orang lain, Anda dapat mulai memperkenalkan ide, perasaan, dan saran Anda sendiri. Anda dapat mengutarakan tentang pengalaman serupa yang Anda alami, atau berbagi ide yang muncul dari komentar yang dibuat sebelumnya dalam diskusi.

Semoga bermanfaat!

Translator : PL

Untuk menanyakan mengenai Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Cheristine 0811 3440 909

Sumber: https://www.ccl.org/articles/leading-effectively-articles/coaching-others-use-active-listening-skills/

Share on linkedin
LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x