Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Memahami Komunikasi Interpersonal

Motivator | Pembicara “Communication is only effective when we communicate in a way that is meaningful to the recipient, not ourselves.” — Rich Simmonds

Komunikasi interpersonal atau antarpribadi adalah proses dimana seseorang bertukar informasi, perasaan, dan makna melalui pesan verbal dan non-verbal dalam bentuk tatap muka. Komunikasi interpersonal bukan hanya tentang apa yang dikatakan atau bahasa yang digunakan, tetapi bagaimana cara mengatakannya dan pesan non-verbal yang dikirim melalui nada suara, ekspresi wajah, gerak tubuh dan bahasa tubuh.

Ketika dua orang atau lebih berada di tempat yang sama dan menyadari kehadiran satu sama lain, maka komunikasi sedang berlangsung, tidak peduli apakah melalui obrolan atau hanya saling menatap. Meskipun tanpa berkata-kata, Anda dapat menggunakan isyarat, ekspresi wajah, dan pakaian untuk membentuk kesan peran, perasaan, kepribadian Anda.

Apa saja elemen Komunikasi Interpersonal?

1. Komunikator

Supaya terjadi komunikasi, setidaknya harus ada dua orang yang terlibat. Terlalu sederhana jika berpikir bahwa komunikasi hanya melibatkan pengirim dan penerima pesan. Karena jika berpikir seperti itu artinya komunikasi dilihat sebagai proses satu arah di mana satu orang mengirim pesan dan yang lain menerimanya atau saat satu orang sedang berbicara dan yang lain mendengarkan.

Faktanya, komunikasi hampir selalu merupakan proses dua arah yang kompleks, dengan orang-orang mengirim dan menerima pesan ke dan dari satu sama lain secara bersamaan. Dengan kata lain, komunikasi adalah proses interaktif. Saat satu orang berbicara, yang lain mendengarkan. Tetapi saat mendengarkan, mereka juga merespon dalam bentuk senyuman, anggukan kepala, dan lain-lain.

2. Pesan

Pesan tidak hanya berarti ucapan yang digunakan atau informasi yang disampaikan, tetapi juga pesan non-verbal yang dipertukarkan seperti ekspresi wajah, nada suara, gerak tubuh dan bahasa tubuh. Perilaku non-verbal dapat menyampaikan informasi tambahan tentang pesan lisan. Secara khusus, dapat mengungkapkan lebih banyak tentang sikap emosional yang mungkin mendasari isi pidato.

Baca juga : Tips memperkuat hubungan dengan audiens

3. Noise

Noise atau bisa diartikan ‘kebisingan’ memiliki arti khusus dalam teori komunikasi. Hal ini mengacu pada segala sesuatu yang mendistorsi pesan, sehingga apa yang diterima berbeda dari apa yang dimaksudkan oleh pembicara. Sementara ‘kebisingan’ fisik saat pidato (misalnya, suara adzhan atau ambulans) dapat mengganggu komunikasi. Penggunaan jargon yang rumit, bahasa tubuh yang tidak tepat, kurangnya perhatian, ketidaktertarikan, dan perbedaan budaya dapat dianggap ‘noise’ dalam konteks komunikasi interpersonal. Dengan kata lain, setiap distorsi atau inkonsistensi yang terjadi saat berkomunikasi dapat dilihat sebagai noise.

4. Feedback

Feedback atau umpan balik terdiri dari pesan yang dikembalikan penerima, yang memungkinkan pengirim mengetahui seberapa akurat pesan yang telah diterima, serta reaksi penerima. Penerima juga dapat menanggapi pesan yang tidak disengaja serta pesan yang disengaja. Jenis feedback bisa pernyataan verbal langsung, misalnya “Bisa tolong diulang? Saya tidak mengerti”, hingga ekspresi wajah atau perubahan postur yang mungkin menunjukkan kepada pengirim bahwa penerima merasa tidak nyaman dengan pesan tersebut. Feedback memungkinkan pengirim untuk mengatur, mengadaptasi atau mengulangi pesan untuk meningkatkan komunikasi.

5. Konteks

Semua komunikasi dipengaruhi oleh konteks dimana komunikasi itu terjadi. Namun selain melihat konteks situasional tempat interaksi itu berlangsung, misalnya di dalam ruangan, kantor, atau mungkin di luar ruangan, konteks sosial juga perlu diperhatikan, misalnya peran, tanggung jawab, dan status para partisipan. Kondisi emosional dan harapan peserta interaksi juga akan mempengaruhi komunikasi.

6. Saluran

Saluran mengacu pada sarana fisik dimana pesan ditransfer dari satu orang ke orang lain. Dalam konteks tatap muka saluran yang digunakan adalah pidato dan penglihatan, namun selama percakapan telepon saluran terbatas pada pidato saja.

Mempelajari komunikasi itu penting lho dan bisa dipelajari dengan mudah. Apalagi ada tutor yang kompeten dalam ilmu komunikasi, bisa membuat Anda lebih cepat mengerti.

Semoga bermanfaat !

Translator : PL

Untuk menanyakan mengenai Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Cheristine 0811 3440 909

Sumber: https://www.skillsyouneed.com/ips/interpersonal-communication.html

Share on linkedin
LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x