Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

5 Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Motivator | Pembicara “When dealing with people, remember you are not dealing with creatures of logic, but with creatures of emotion.” – Dale Carnegie.

Kecerdasan emosional adalah “bagian dari kecerdasan sosial, kecerdasan yang melibatkan kemampuan untuk memantau perasaan dan emosi diri sendiri dan orang lain, membedakannya dan menggunakan informasi ini untuk memandu pemikiran dan tindakan seseorang”.

Dewasa ini, Kecerdasan Emosional (EI atau EQ) dianggap lebih penting daripada IQ (intelligence quotient). Kenapa? Karena orang dengan EQ tinggi berhubungan lebih baik dengan orang lain, lebih mudah didekati, cenderung berpikiran terbuka dan karena itu lebih mudah untuk diajak bekerja sama, baik dalam tim atau secara individu.

Tingkat kecerdasan emosional yang tinggi berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan kesuksesan seseorang. Maka tak jarang jika banyak perusahaan memberikan tes EQ kepada pelamar sebelum mempekerjakan mereka. Lalu bagaimana cara meningkatkan kecerdasan emosional?

Berikut ini adalah beberapa cara untuk meningkatkan kecerdasan emosional Anda :

1. Sadari dan sesuaikan dengan emosi Anda sendiri.

Menjadi lebih sadar diri atau mengembangkan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan emosi Anda sendiri. Mengapa? Untuk mengendalikan emosi Anda, Anda harus terlebih dahulu menyadarinya. Bagaimana caranya? Anda bisa memantau emosi Anda dengan mengenalinya, memeriksanya, dan kemudian menilai pemicu dan titik aktivasinya. Dengan menyadari emosi sendiri, Anda lebih mampu memahami dan menyadari emosi orang lain.

Baca juga : Cara efektif berkomunikasi di tempat kerja

2. Berusaha memahami sudut pandang orang lain.

Setelah Anda mampu menilai emosi Anda sendiri, berusahalah untuk memahami dan berempati dengan orang lain. Ini sangat penting di tempat kerja, organisasi, atau dalam kelompok kelompok dimana saling bertukar ide. Untuk bisa menguasainya, dengarkan dengan seksama, posisikan diri Anda pada posisi orang lain dan coba bayangkan apa yang mereka pikirkan dan rasakan, dan bagaimana mereka bisa sampai pada kesimpulan mereka. Anda tidak hanya akan memiliki sudut pandang yang lebih luas, Anda akan memperluas perspektif Anda sendiri.

3. Berkomunikasi secara efektif.

Komunikasi lebih dari sekedar bertukar informasi. Komunikasi yang efektif adalah tentang memahami emosi, serta niat di balik informasi yang dipertukarkan. Ini adalah timbal balik yang mencakup penyampaian pesan dengan cara yang dimaksudkan dan memastikan pesan itu diterima sebagaimana yang dimaksud.

4. Mengembangkan koneksi dengan banyak orang.

Tidak peduli seberapa pemalu atau tertutupnya Anda, belajar mengembangkan hubungan dengan orang lain adalah komponen besar dari kecerdasan emosional. Bahkan, jika Anda pemalu, Anda bisa memulainya terlebih dahulu dengan mendengarkan, menunjukkan minat, dan membuat orang lain merasa nyaman. Melakukan hal itu terkadang lebih mudah bagi orang yang pemalu dan tertutup daripada bagi orang yang suka berteman dan ekstrovert yang cenderung senang berbicara terlebih dahulu.

5. Berlatih mengelola emosi.

Setelah Anda menyadari emosi Anda sendiri dan orang lain, penting untuk memahami bagaimana menjaganya agar tetap seimbang dan terkendali. Anda bisa meluangkan waktu untuk memproses dan memahami apa yang sedang terjadi atau mengalihkan perhatian sampai Anda lebih tenang.

Semoga bermanfaat!

Translator : PL

Untuk menanyakan mengenai Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Cheristine 0811 3440 909

Sumber: https://www.essentiallifeskills.net/boost-your-emotional-intelligence.html

Share on linkedin
LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x