Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

3 Langkah Kunci Mengatasi Krisis Komunikasi

Motivator | Pembicara “The secret of crisis management is not good vs. bad, it’s preventing the bad from getting worse.” – Andy Gilman

Terlepas dari ukuran, karakter, atau industrinya, tidak ada merek yang kebal terhadap krisis yang terus-menerus. Temuan studi ODM Group menunjukkan bahwa 59 persen pengambil keputusan dalam perusahaan pernah mengalami krisis, baik di perusahaan mereka saat ini atau sebelumnya. Dan 70 persen dari perusahaan-perusahaan itu gulung tikar dalam satu tahun setelah krisis itu.

Dengan respon yang tepat, sebuah merek dapat bertahan dan terus berkembang bahkan lebih baik dari sebelumnya.

Selamatkan merek Anda menggunakan tiga langkah komunikasi krisis berikut :

1. Respon Cepat

Semakin lama waktu yang Anda butuhkan untuk merespon situasi kritis, semakin banyak rumor yang bermunculan dan pelanggan atau klien akan semakin frustrasi karena mereka dibiarkan bertanya-tanya tanpa kejelasan, jadi Anda respon sesegera mungkin. Namun, pastikan semua informasi yang Anda berikan adalah benar dan akurat karena jangan sampai langkah Anda yang tergesa-gesa justru menjadi bumerang di kemudian hari.

Baca juga : Mempromosikan webinar melalui media sosial, bagaimana caranya?

Jika Anda belum memiliki semua jawaban, sampaikan bahwa ada masalah dan Anda sedang berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya. Biasanya, media sosial adalah cara tercepat untuk menjangkau audiens. Anda bisa menginfokannya melalui media sosial sebagai bentuk menjaga nama baik merek Anda.

2. Jawab dengan Jujur

Mungkin Anda akan tergoda untuk bersembunyi dengan menolak menjawab telepon dan menghapus postingan pelanggan atau klien yang khawatir atau marah di media sosial, namun penghindaran hanya akan memperburuk masalah. Tunjukkan kepada pelanggan Anda bahwa Anda peduli, dapat dipercaya, dan Anda menghargai mereka dengan memberikan jawaban yang transparan dan jujur. Bentuk tim komunikasi krisis untuk memastikan bahwa semua pertanyaan atau keluhan yang masuk lewat email, telepon, dan media sosial bisa direspon secepatnya.

3. Bertanggung Jawab

Terlepas dari siapa atau apa yang menyebabkan krisis terjadi, pemimpin perusahaan selalu memiliki tanggung jawab terbesar. Membuat pernyataan dan mengakui kesalahan, dengan tulus meminta maaf dan menjelaskan tindakan lebih lanjut apa yang akan diambil untuk memperbaiki situasi, baik melalui konferensi pers atau media sosial bisa jadi bentuk tanggung jawab Anda.

Seperti yang dijelaskan oleh tokoh bisnis Warren Buffett, “Dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk menghancurkannya.” Jadi ketika menghadapi masalah, tarik napas dalam-dalam dan gunakan tips komunikasi krisis ini dengan baik.

Semoga bermanfaat!

Translator : PL

Untuk menanyakan mengenai Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Cheristine 0811 3440 909

Sumber: https://www.entrepreneur.com/article/277280

Share on linkedin
LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x