Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Tips Membuat Catatan Saat Presentasi Tanpa Kehilangan Perhatian Audiens

Motivator | Pembicara “It usually takes me more than three weeks to prepare a good impromptu speech.” – Mark Twain

Sebagai pembicara, menggunakan catatan saat presentasi menjadi pilihan terbaik untuk memastikan apa yang dibicarakan berada di ‘jalurnya’. Tapi bagaimana jika kita justru terlalu sibuk melihat catatan dan kehilangan koneksi dengan audiens?

Berikut adalah 10 tips agar berhasil berbicara dengan catatan tanpa harus mengorbankan koneksi dengan audiens :

1. Buat tampilan catatan yang profesional

Pastikan catatan yang kita pegang terlihat profesional dari sudut pandang audiens. Jangan membawa setumpuk kertas yang lecek, yang memberi kesan kita tidak mempersiapkan dengan matang.

2. Ukuran huruf yang besar

Tulis catatan dengan huruf yang cukup besar sehingga kita dapat membacanya walau sekilas dan mengakses informasi yang kita butuhkan dengan cepat.

Baca juga : Cara membangun kepercayaan diri

3. Beri nomor pada catatan

Tulis nomor halaman yang besar pada setiap lembar catatan, sehingga jika catatan rusak atau lecek, kitab isa menemukan halaman yang dicari dengan cepat.

4. Latihan

Jika presentasi mengharuskan kita untuk berdiri di podium, berlatihlah menyampaikan presentasi dengan menggunakan catatan. Buat langkah antisipasi ketika harus pindah ke halaman berikutnya. Hindari membalik halaman di tengah ide penting, kutipan, atau cerita. Carilah jeda sealami mungkin antara poin utama untuk membalik halaman.

5. Rencanakan gerakan

Jika akan melakukan gerakan selama presentasi, letakkan catatan di atas meja atau podium saat tidak menggunakannya.

6. Tentukan tangan mana yang akan digunakan untuk menggenggam catatan (kanan atau kiri)

Saat menggunakan catatan, gunakan tangan yang tidak dominan untuk memegangnya. Gunakan tangan yang lain untuk memberi isyarat. Jangan memberi isyarat dengan tangan yang memegang catatan, karena bisa mengganggu audiens.

7. Jangan membaca

Catatan tidak boleh berfungsi sebagai skrip yang dibaca kata demi kata. Lihat catatan, pindai dengan cepat, lalu kembalikan kontak mata ke audiens dan lanjutkan berbicara. Catatan boleh dibaca hanya saat ingin memperjelas data supaya akurat, seperti membaca data statistik atau kutipan langsung.

8. Mengalihkan perhatian dari catatan

Jangan buat catatan terlalu mencolok, karena akan mengalihkan fokus kita dan audiens pada catatan dibanding mendengarkan kita berbicara.

9. Catatan bukan ‘aksesoris’

Banyak pembicara yang membawa catatan hanya untuk merasa nyaman dan aman, tetapi mereka tidak pernah melihatnya selama presentasi. Jika tidak membutuhkannya, jangan bawa catatan saat presentasi.

10. Tidak perlu minta maaf

Kita semua berharap tidak akan membutuhkan catatan saat presentasi, tetapi jika ternyata kita membutuhkannya, gunakanlah tanpa perlu minta maaf. Meminta maaf bisa merusak kredibilitas kita sebagai pembicara.

Presentasi yang baik adalah ketika pesan yang dimaksud pembicara diterima sepenuhnya oleh audiens. Catatan hanya sebagai penunjang, bukan sesuatu yang bisa membuat Anda menjadi tidak percaya diri jika tidak memilikinya.

Semoga bermanfaat!

Translator : PL

Untuk menanyakan mengenai Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Isabelle 0811 3440 909

Share on linkedin
LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x