Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Mengapa Seorang Pembicara Harus Percaya Diri?

Motivator | Pembicara | Public Speaking Berbicara dihadapan banyak orang bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Dulunya, saya pun selalu merasa gugup saat akan berbicara dihadapan audiens saya. Keluar masuk toilet sesaat sebelum presentasi dimulai adalah hal yang sering  saya lakukan dulu untuk meredakan kegugupan yang menghampiri diri. Namun, setelahnya saya berusaha meyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja jika saya berani untuk menghadapi.

Berbicara di depan umum adalah tentang menyampaikan pesan kepada audiens Anda. Oleh karena itu, fokusnya harus pada audiens dan BUKAN pada Anda sebagai pembicara. Di atas panggung semuanya ‘diperkuat’ dan bukan hanya suara Anda.

Baca juga : Jenis-jenis cerita saat public speaking

Percaya diri dalam berbicara di depan umum penting Kenapa :

1. Menjadi Lebih Fokus pada Audiens

Dengan percaya diri, maka akan terbentuk pula pola pikir yang sehat terhadap audiens. Tidak perlu memusingkan apakah audiens menyukai pidato Anda atau tidak, karena dengan percaya diri fokus Anda beralih ke arah membangun hubungan baik dengan audiens. Percayalah, di dalam kepala seorang pembicara yang percaya diri, audiens mendukung mereka sejak awal.

2. Lebih Berkonsentrasi untuk Menyampaikan Pesan

Banyak pembicara yang mendadak ‘blank’ saat di atas panggung. Itu terjadi karena mereka begitu banyak hal yang dipikirkan, yang bersaing dan akhirnya mengaburkan pikiran mereka. Dengan percaya diri berarti Anda dapat berpikir jernih dan mampu mengelola pikiran Anda.

3. Menjaga Anda Tetap di Tempat yang Benar

Jika pembicara kurang percaya diri, biasanya yang terlontar dari mulutnya justru hal-hal di luar konteks yang seharusnya. Menggunakan jargon dan kiasan-kiasan yang tidak perlu, sehingga pesan yang sesungguhnya justru tidak sampai ke audiens. Seorang pembicara yang percaya diri memiliki pesan yang relevan, sederhana dan jujur. Seringkali menggunakan pengalaman pribadi untuk membangun hubungan baik dengan audiens. Perlu ditekankan apa yang Anda harusnya katakan adalah apa yang audiens butuhkan atau ingin dengar dan BUKAN hanya apa yang ingin Anda bicarakan.

4. Mampu Membaca Situasi dan Menyesuaikan Diri

Jika pembicara kurang percaya diri, biasanya terlalu sibuk dan berkonsentrasi pada bahasa tubuh dan gaya penyampaian mereka sendiri sehingga mereka gagal untuk menangkap umpan balik dari audiens mereka. Seorang pembicara yang percaya diri dapat menyesuaikan gaya penyampaian dalam menanggapi bagaimana audiens bereaksi.

5. Tetap Tenang dan Terkendali Meskipun Tidak Berjalan Sesuai Rencana

Jika kurang percaya diri, masalah yang mendadak muncul dapat menggoyahkan Anda dan audiens akan tahu itu. Sebaliknya, jika seorang pembicara percaya diri, ia mampu menghadapi masalah tanpa menampilkannya di atas panggung.

Membangun kepercayaan diri memang bisa dilakukan sendiri bagi sebagian orang, tapi bagi sebagian lainnya, perlu lebih banyak motivasi untuk dapat mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Di Public Speaking Academy, Anda tidak hanya belajar menjadi pembicara yang handal, tapi juga dilatih untuk bisa lebih percaya diri dan mengekspresikannya dengan cara yang positif.

Share on linkedin
LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x