Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Jangan Lakukan Ini Saat Anda Bercerita

“Terkadang, hal terpenting bukan apa kisah yang Kamu ceritakan, namun bagaimana cara Kamu menceritakannya”


Pembicara | Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Jangan Lakukan Ini Saat Bercerita | Motivasi | Motivator | Motivator Indonesia

Menyusun cerita yang akan Anda cerita adalah hal pertama, namun memperhatikan rambu-rambu saat proses menyusun hingga mengirimkan cerita kepada audiens adalah hal penting lain untuk di perhatikan. Ibaratnya, Anda dapat mengendarai mobil dengan baik bukan berarti Anda akan tiba di tujuan apabila mengabaikan rambu-rambu lalu lintas sepanjang proses perjalanan tersebut. Lalu apa saja rambu-rambu penting yang harus Anda perhatikan saat bercerita ?

Baca Juga : DiPHP Dalam Sebuah Cerita

Berikut Adalah Rambu-Rambu Penting Untuk Pancaran Perjalanan Bercerita Akan Anda Peroleh :

1. Hindari Frame ”Saya Akan Memulai Dengan Cerita”

Orang mengetahui bahwa Anda sementara bercerita tanpa perlu Anda menjelaskannya bahwa Anda sementara bercerita. Oleh karena itu, hindari mengawali sebuah cerita dengan kalimat “Saya akan buka dengan sebuah cerita” atau “Saya akan menjelaskan poin ini dengan sebuah cerita”.



2. Biarkan Cerita Tersebut Menjelaskan Tentang Dirinya

“Ini adalah kisah nyata”

“Jujur ini adalah pengalaman Saya pribadi”

“Ini betul betul terjadi dalam hidup Saya”

“Cerita ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu”

Hindari kalimat-kalimat di atas yang merupakan kalimat yang menekankan atau menjelaskan tentang cerita yang Anda akan ceritakan. Baiknya langsung saja pada cerita Anda dan biarkan audiens menyimpulkan apakah cerita tersebut adalah kisah nyata dan benar benar terjadi dari cara Anda menyampaikan cerita tersebut.

3. Harus Kuasai Bukan Baca

Membentuk ekspresi dan penegasan dengan bahasa tubuh saat Anda menyampaikan sebuah cerita adalah hal yang wajib Anda lakukan. Oleh karena itu, pastikanlah Anda menguasai cerita yang Anda sampaikan dan hindari membaca cerita tersebut untuk audience. Dengan Anda membaca cerita maka akan membuat Anda kehilangan tatapan mata, ekspresi wajah, serta gerakan tangan.



Jangan biarkan cerita yang Anda akan sampaikan kehilangan kualitasnya karena ketiga kesalahan di atas.

Ingin Membaca Artikel Menarik Lainnya ?

Bisa kunjungi web Kami di publicspeakingacademy.co.id

Demikian Saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan

Penulis Buku Best Seller

Founder Public Speaking Academy

Klik Disini : Bangkit dari kegagalan

Semoga bermanfaat !

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x