Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Bagaimana Membuat Orang Mengatakan YA

“Tidak ada klien yang akan menolak Anda yang ada hanya seorang komunikator yang tidak fleksibel” – NLP


Pembicara | Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Membuat Orang Mengatakan YA | Motivasi | Motivator | Motivator Indonesia

Memiliki fleksibilitas dalam berkomunikasi dimana Anda berhasil menyentuh tombol penggerak akan membuat Anda mudah untuk meminta Mereka melakukan apa yang Anda harapkan.

Baca Juga : 3 Manfaat Elevator Pitch

Namun Langkah Awal Yang Harus Anda Lakukan Adalah Mengetahui Tombol-Tombol Yang Membuat Orang Bergerak, Berikut Ini Beberapa Tombol Penggerak :

1. Arah Motivasi

Orang bergerak ke depan (arah) di sebabkan karena ada sesuatu yang dia kejar atau ada sesuatu yang ia hindari, dalam pembahasan yang lain sering diistilahkan dengan reward dan punishment. Seseorang dengan tombol mendekat adalah orang yang bergerak maju ke depan karena menginginkan mendapatkan sesuatu. Sementara orang yang tombol penggeraknya adalah menghindari merupakan orang yang bergerak ke depan karena ada sesuatu yang ia hindari.

Untuk mengetahui tombol penggerak ini Anda dapat mengajukan pertanyaan “Apa yang Anda inginkan dari sebuah … ( Konteks ).” Dan tanyakan kembali “Mengapa hal itu penting?” dari jawaban yang diberikan oleh lawan bicara Anda sebanyak tiga kali. Konteks dapat berarti pekerjaan, bisnis, karir rumah, sepatu, baju dll.

Contoh : “Apa yang Anda inginkan dari sebuah pekerjaan? “

” Gaji yang besar”

” Mengapa gaji besar itu penting bagi Anda? “

” Karena Saya ingin menabung untuk masa depan Saya “

“Mengapa menabung untuk masa depan penting bagi Anda”

“Karena Saya ingin memperoleh kenyamanan di hari tua”

Kata memperoleh kenyamanan mengindikasikan kawan bicara Anda adalah orang yang memiliki tombol mendekat, sebaliknya jika jawaban dari kawan bicara Anda adalah :

“Karena Saya tidak ingin terlunta-lunta di hari tua”

Kemungkinan tombol penggerak lawan bicara Anda adalah menjauh.

Jadi untuk mempengaruhi orang yang tipenya mendekat, sampaikan keuntungan yang Mereka peroleh jika Mereka melakukan apa yang Anda sampaikan dan sebaliknya untuk orang yang tipe tombol penggeraknya adalah menjauh sampaikanlah kesengsaraan yang akan Mereka dapatkan kalau Mereka tidak melakukan apa yang Anda sampaikan.

2. Sumber Motivasi

Sumber motivasi adalah tombol kedua dimana seseorang yang memiliki motivasi internal atau seseorang sumber motivasinya dan eksternal. Untuk mengetahui tombol ini Anda kembali ajukan pertanyaan “Bagaimana Anda tahu bahwa Anda sudah melakukan sesuatu yang tepat dalam …( Konteks )”. Perhatikan jawaban, kalau kawan bicara Anda menjawab berdasarkan pengalaman, prinsip atau pemikiran dia sumber motivasi nya adalah internal sebaliknya kalau kawan bicaranya menjawab sesuatu di luar diri dia maka motivasinya adalah eksternal.

Contoh :

“Dari mana Anda tahu bahwa Anda sudah melakukan pekerjaan dengan benar?”

“Jika konsumen puas terhadap apa yang Saya lakukan”

“Jika Saya sudah melakukan sesuai dengan SOP yang diberikan”

Perhatikan jawaban pertama sumber motivasi dari kawan bicara Anda adalah eksternal (konsumen), sementara jawaban kedua dari kawan bicara Anda adalah internal (Saya yakin sesuai SOP).

3. Dasar Motivasi

Apakah seseorang memiliki kecenderungan mengikuti sistem yang sudah ada atau justru membuat prosedur atau sistem yang baru. Itulah perbedaan antara opsional dan prosedur. Orang-orang opsional dan orang-orang yang memiliki kecenderungan membuat “jalan pintas” dan “menabrak prosedur” yang sudah dibuat, sementara orang-orang yang prosedural adalah orang-orang yang dengan tekun dan saksama mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Mengetahui perbedaan tombol ini dengan melayangkan pertanyaan “Mengapa Anda memilih … ( Konteks ).”

Contoh : “Mengapa Anda memilih baju yang Anda pakai ?”

“Oh ceritanya panjang, kira-kira 2 bulan yang lalu Saya mencari cari baju untuk anak Saya di toko online, kemudian Saya melihat ada baju dengan harga spesial dan coraknya juga menarik, kemudian Saya tanya kepada istri, apakah cocok dengan warna kulit Saya dan dia  mengatakan iya kemudian Saya beli”

“Warnanya bagus dan harganya murah”

Perhatikan jawaban pertama kawan bicara Anda menceritakan proses terjadinya pembelian baju dan bukan kriteria dia membeli baju itulah ciri orang prosedural sementara contoh kedua kawan bicara Anda langsung menyebutkan kriteria kenapa dia memilih baju yang dipakai saat ini dan itulah contoh orang opsional.

Ayo praktekan 3 hal di atas sehingga Anda dapat menjadi komunikator yang handal !

Ingin membaca artikel menarik lainnya ?

Bisa kunjungi web Kami di publicspeakingacademy.co.id

Demikian Saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan

Penulis Buku Best Seller

Founder Public Speaking Academy

Klik Disini : Bangkit dari kegagalan

Semoga bermanfaat !

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x