Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

4 Teknik Mendorong Audiens “SAY YES” Pada Penawaran #2

“For me, life is continuously being hungry. The meaning of life is not simply to exist, to survive, but to move ahead, to go up, to achieve, to conquer.” — Arnold Schwarzenegger.


Pembicara | Motivator | Public Speaking Indonesia | Mendorong Audiens “SAY YES”


Untuk dapat terus bergerak maju dan menaklukkan target penjualan yang telah ditentukan maka harus ada upaya ekstra yang dilakukan dalam presentasi penjualan. Salah satunya adalah dengan mendorong audiens untuk SAY YES dengan meminta Mereka menyetujui pernyataan yang Anda sampaikan sehingga mampu memperbesar kemungkinan terjadinya penjualan. Hal ini tentu perlu dirancang sudah di awal agar kalimat yang dikeluarkan dapat langsung disetujui baik sadar maupun tidak sadar, ada dua hal yang perlu dilakukan : Yang pertama adalah not sad, di mana Audiens mengatakan iya atau mengatakan setuju. Yang kedua adalah insight, di mana secara dalam pikiran bahasa dan microworkers Mereka menyetujui Anda walaupun tidak diucapkan. Mari Kita lanjutkan pembahasan pada artikel sebelumnya, inilah 4 teknik yang dapat Anda gunakan untuk “Memaksa” Audiens menyetujui apa yang Anda katakan melalui kalimat yang Anda susun !


Baca Juga : 5 Teknik Mendorong Audiens “SAY YES” Pada Penawaran #1
1. Lost Performative
Jika Anda bisa menyajikan penilaian sebagai fakta, tanpa perlu mengatakan penilaian itu dari siapa, maka itu akan sangat bermanfaat jika ada perlawanan by-passing. Salah satu cara paling sederhana, jika menggunakan Bahasa Inggris, adalah menggunakan “It’s …” Dalam Bahasa Indonesia, tidak ada terjemahan langsung yang pas bagi It’s. Contoh : “Akan sangat bermanfaat melatih kemampuan presentasi di pelatihan public speaking for sales”


2. Unspecified Verb
Saat kata kerja tidak diperinci dengan jelas, pendengarnya akan seolah-olah didesak untuk memperincinya sendiri dengan harapan komunikasinya masuk nalar. Kata-kata kerja yang bisa diperlakukan seperti ini antara lain : mengalami, merasa, memahami, menalar, dan belajar. Contoh : ”Anda akan mengalami peningkatan penjualan saat menguasai konsep presentasi yang benar”


3. Comparative Deletion
Jika saat membuat perbandingan dan Anda tidak mengindikasikan apa dinilai lawan apa, maka Anda sudah memicu kebingungan pendengar dan merangsangnya untuk melakukan transderivational search untuk mendapatkan informasi yang hilang itu. Dalam contoh-contoh di bawah ini, Kita tidak tahu apa titik awalannya. Contoh : ”Anda akan merasa lebih baik”


4. Taq Question
Hal ini merupakan pertanyaan yang tidak perlu jawaban. Anda bisa mengganggu alam pikiran sadar dan menyisihkan perlawanan dengan cara menambahkan satu pertanyaan seperti ini di belakang suatu pernyataan. Maka dari itu, komunikasi akan berjalan langsung ke arah alam pikiran bawah sadar yang Anda inginkan. Contoh : ”Public speaking adalah soft skill penting untuk meningkatkan karir, betul ? sehingga butuh mentor untuk mengajarinya, setuju ?”


Public speaking adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Mari Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik publicspeakingacademy.co.id atau untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Ivena 0811 3440 909.


Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy


Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat !

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x