Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

5 Teknik Mendorong Audiens “SAY YES” Pada Penawaran #1

“Setiap penjualan mempunyai lima hambatan mendasar : tidak perlu, tidak ada uang, tidak terburu-buru, tidak ada keinginan, tidak ada kepercayaan.” – Zig Ziglar.


Pembicara | Motivator | Mendorong Audiens “SAY YES”


Untuk menghadapi 5 hambatan tersebut maka Anda dapat mendorong audiens untuk SAY YES dengan meminta Mereka menyetujui penyataan yang Anda sampaikan sehingga mampu memperbesar kemungkinan terjadinya penjualan. Hal ini tentu perlu dirancang sudah di awal agar kalimat yang dikeluarkan dapat langsung disetujui baik sadar maupun tidak sadar, ada dua hal yang perlu dilakukan : Yang pertama adalah not sad, di mana Audiens mengatakan iya atau mengatakan setuju. Yang kedua adalah insight, di mana secara dalam pikiran bahasa dan microworkers Mereka menyetujui Anda walaupun tidak diucapkan. Dan untuk “Memaksa” Audiens menyetujui apa yang Anda katakan melalui kalimat yang Anda susun maka gunakanlah 5 teknik berikut ini !

Baca Juga : How To Sell From The Stage

1. Mind Reading
Mengaku mengetahui apa yang dipikirkan orang lain ternyata juga bisa menghasilkan sugesti lebih kredibel dan memperkuat rapport. Namun demikian, Anda perlu tetap berhati-hati untuk menjaga agar berkomentar hanya yang umum-umum saja. Jika terlalu tajam dan spesifik, dikhawatirkan itu bisa berbenturan dengan pengalaman asli Mereka. Contoh : “Saya tahu, Anda sangat peduli dengan kesehatan” atau “Saya percaya, kesehatan adalah hal yang paling penting untuk Anda”.

2. Nominalization
Seperti yang sudah Kita bahas, nominalisasi adalah kata benda abstrak yang diciptakan dari kata-kata proses – misalnya : “kebahagiaan” yang berasal dari kata “bahagia” atau “keingintahuan” yang berasal dari kata “ingin tahu”. Kata-kata ini sangat dahsyat jika digunakan karena membuat orang bisa mengaitkan pemaknaan pada masing-masing kata itu. Contoh : “Kesehatan merupakan investasi abadi”.

3. Cause & Effect
Hal ini bentuk hubungan yang terkuat. Hubungan sebab akibatnya diungkapkan secara eksplisit dengan menggunakan kata-kata, semisal : menjadikan, memaksa, berarti … Contoh : ”Menguasai public speaking menjadikan presentasi Anda mudah di pahami dan gampang di mengerti” atau “Mengikuti kelas public speaking mastery berarti Anda peduli dengan karir Anda”.

4. Complex Equivalence
Dua pernyataan bisa disetarakan dengan cara mengaitkan keduanya karena keduanya memiliki makna sama. Cara tergampang adalah dengan menggunakan kata ”… itu berarti …” Contoh : “Anda sering ke salon, itu berarti Anda peduli dengan kesehatan kulit” atau “Anda ikut pelatihan public speaking for sales, itu berarti Anda ingin meningkatkan closing rate”.

5. Universal Quantifier
Menyajikan komunikasi seolah-olah Mereka adalah generalisasi universal yang bisa membuat Mereka menjadi lebih kredibel. Hal ini semakin terasa bagi alam pikiran tidak sadar – karena pikiran itu mungkin tidak mengujinya secara detail. Kata-kata kunci yang digunakan antara lain : semua, setiap, selalu, setiap orang, atau tidak pernah. Contoh : ”Semua salesman yang jago pasti menguasai public speaking“.

Public speaking adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Mari Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik http://publicspeakingacademy.co.id/ atau untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Ivena 0811 3440 909.

Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy


Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat !

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x