Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Nov 5, 2017 in Articles | 0 comments

Ngotot Berotak

Ngotot Berotak

Motivator | Workshop Certified Public Speaking selama dua baru akan berakhir hari ini. Meeting dengan klien yang hingga jam 22:00 membuat saya tiba di rumah mampir jam 00:00. Gagal focus, saat set alarm membuat benda itu tidak berbunyi dan bangun kesiangan adalah akibat dari beberapa sebab diatas.

Jadwal berangkat jam 06:00 harus maju hingga jam 06:15. Dan di Jakarta, terlambat berangkat 5 menit dapat berarti terjebak di jalan berjam-jam.

Saat saya meminta supir Uber untuk mengikuti jalan yang saya lalui kemarin, ia mengatakan bahwa di tidak tahu detail jalannya. Menggunakan google map dia katakan sulit karena sering error. Sang supir pun ngotot, untuk mengikuti jalan yang sering dia lalui.

Ada rasa percaya diri saat ini menawarkan jalan yang biasa dilalui. Agak sedikit “mengalah” dalam nlp disebut flexibilitas agar saya dapat menyamakan persepsi saya dengan persepsi sang supir.

“Pak, seberapa sering bapak melewati jalan tersebut?” Tanya saya.

“Setiap hari pak, selama lima tahun. sebelum bulan lalu saya berhenti dari kantor.” ujar dia

“Yakin pak, kita bisa tiba lebih cepat ?” Tanya saya memastikan

“Saya usahakan pak. Tapi, pengalaman saya bisa tiba lebih cepat” jawab sang supir

Beberapa saat saya berpikir dan akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti jalan yang ia sarankan.

Hal berbeda terjadi dengan staf saya. Ia terlambat tiba di tempat seminar. Alasannya adalah sang supir mengarahkan mengikuti jalan yang berbeda dengan yang ia minta dan si supir ngotot untuk mengikuti rute yang ia pilih

“Apakah kamu bertanya apakah dia sering melewati jalan tersebut ? Tanya saya.

“Tidak Pak” jawab staf saya

Terkadang kita perlu ngotot tapi pastikan anda harus berotak dan jika orang lain ngotot ke anda, pastikan juga ia menggunakan otaknya

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *