Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

PELAJARAN KOMUNIKASI DARI QUEEN ELIZABETH II

“ Effective teamwork begins and ends with communication”-

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | PELAJARAN KOMUNIKASI DARI QUEEN ELIZABETH II

Sejak memegang kekuasaan sebagai seorang Ratu di tahun 1952, Ratu Elizabeth II membentuk gaya komunikasi nya sendiri, gaya komunikasi yang khas. Seperti yang sudah saya tuangkan dalam artikel artikel sebelumnya, komunikasi bagi seorang pemimpin adalah yang terutama.

Ratu Elizabeth tahu betul bagaimana cara ia harus bersikap, dan berbicara, dengan rekan bisnisnya, atau dengan rakyatnya. Ia menunjukkan konsistensi yang tinggi dalam mempertahankan suara dan citra pribadinya. Meskipun masa jabatannya sebagai Ratu bukannya tanpa kontroversi, respons global atas kepergiannya merupakan bukti statusnya sebagai seorang ikon dan seseorang yang dapat kita pelajari untuk menjadi pemimpin dan komunikator yang lebih baik. 

Berikut adalah beberapa pelajaran dalam berkomunikasi yang bisa kita ikuti dari Ratu Elizabeth II : 

Baca juga: Tips 3M Dalam Menjadi Pemimpin Yang Baik

  1.  Be Steadfast :

Konsistensi adalah hal yang sangat penting, untuk membangun sebuah citra, dalam berkomunikasi, dalam menyampaikan sebuah pesan.

Dari sejak pertama kali, Ratu selalu bicara dengan pelan dan jelas dalam setiap pidato nya, dan cara penyampaiannya itu tidak pernah berubah banyak bahkan setelah 70 tahun, pembawaannya tetap tenang.

Yang paling penting, Ratu tetap konsisten dengan janji yang dia buat kepada konstituennya pada hari ulang tahunnya yang ke-21, untuk “Be devoted to your service” sepanjang hidupnya, selama bertahun-tahun, dia telah mengulangi pesan ini dalam banyak kesempatan. 

Konsisten dalam berbicara, memegang teguh janji yang sudah anda buat, kepercayaan akan datang dengan sendirinya.

  1. Know Your Audience and Be Prepared

Ketika berbicara kepada audiensi, Ratu jarang, jika tidak pernah, tidak siap. Selama 70 tahun pemerintahannya, ia bertemu dengan 13 Presiden AS yang berbeda dan banyak kepala negara lainnya. Dia meminta para pelayan di istana nya, dan para penasehatnya memastikan dia memiliki informasi yang diperlukan untuk memahami hal-hal yang menjadi perhatian utama orang-orang yang ditemuinya saat menjalankan bisnis.

Dia dikenal sebagai “ Pembaca No. 1” menurut  “Globe and Mail” , karena kotak kulit merah berisi dokumen resmi yang dia baca setiap hari selama tujuh dekade.

Mengenali audiens anda dengan baik ada lah salah satu hal yang cukup penting dalam berkomunikasi, kita tentu harus dapat menyesuaikan gaya teknik penyampaian kita dengan lawan bicara, agar lawan bicara kita mengerti dan percaya terhadap apa yang kita sampaikan. 

  1. Be Flexible and Respond Quickly

Mampu merespons krisis atau berita yang berkembang secara tepat waktu dapat menentukan keberhasilan atau kehancuran, sebuah kenyataan yang diketahui Ratu dengan baik setelah melewati begitu banyak skandal bertahun-tahun, di mana ia menunjukkan kemampuan yang dibutuhkan, dan bahkan berani memutuskan hubungan dengan dunia. Tradisi yang ia junjung tinggi.

Salah satu tantangan terbesar yang dia hadapi adalah berusaha menjaga urusan pribadi keluarganya dari media. Skandal pribadinya sepertinya banyak sekali, mulai dari komentar permasalahannya dengan suaminya Philip, perceraian Pangeran Charles dan Diana dan kematian sang putri dalam kecelakaan mobil, hingga putranya Pangeran Andrew yang dituduh melakukan pelecehan seksual.

Sang Ratu dikenal bertindak cepat untuk mengatasi narasi tentang dirinya dan keluarga nya. Ketika pernikahan Charles dan Diana tidak dapat dipertahankan, Ratu menulis surat kepada putranya dan yang mengejutkan, Ratu mendesak untuk “menyetujui perceraian dini,”  lapor New York Times  . Dan meskipun Ratu membutuhkan waktu lima hari untuk secara terbuka menanggapi kematian Diana, yang menuai kritik, dia berubah arah dan kemudian benar-benar menyimpang dari apa yang diharapkan: kembali ke Istana Buckingham dari Balmoral, tempat dia berada bersama cucu-cucunya. Di gerbang, dia turun dari mobil dan berjalan melewati gundukan bunga yang ditinggalkan para pelayat. Malam itu dia memberikan pidato yang belum pernah terjadi sebelumnya di TV dengan mengatakan, “Tidak mudah untuk mengungkapkan rasa kehilangan, karena keterkejutan awal seringkali digantikan oleh campuran perasaan lain: tidak percaya, tidak mengerti, marah, dan kepedulian terhadap mereka yang masih tinggal..”

Baru-baru ini, Ratu tidak membuang-buang waktu untuk  menyingkirkan putranya yang dipermalukan, Andrew, dan mencabut gelar kerajaannya. 

Seringkali sebagai pemimpin kita dihadapkan pada situasi yang sulit, opini publik yang liar, penyebaran berita negatif yang tidak bisa kita hindari. Jalan satu satunya adalah menghadapi, buatlah pernyataan pada publik secara terbuka dengan kepala dingin, hindari kebohongan, tetap perhatikan setiap kalimat yang akan anda sampaikan, pastikan pesan yang anda sampaikan jelas sehingga tidak menimbulkan keresahan yang baru.

Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari Ratu Elizabeth. Nantikan artikel menarik lainnya di https://ongkyhojanto.com/

Artikel ini dikutip dari Cision

Mari tingkatkan kemampuan komunikasi diri anda dengan klik https://ongkyhojanto.com/atau untuk menanyakan mengenai training motivation mastery atau training public speaking silahkan hubungi Miss. Ivana wa.me/6281271940909

Klik disini:  Bangkit dari kegagalan

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x