Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Pengaruh Komunikasi Interpersonal Dalam Mengatasi Depresi

“Depresi tidak membeda-bedakan. Butuh waktu untuk menyadari itu. Penting untuk tidak takut membuka diri dan mulai berkomunikasi.” – Dwayne Johnson.


Pembicara | Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Pengaruh Komunikasi Interpersonal | Motivasi | Motivator | Motivator Indonesia

Menurut halodoc.com, edisi 02 Juni 2023, depresi adalah gangguan kesehatan mental yang memengaruhi emosi, cara berpikir, dan tindakan seseorang. Depresi bisa menyerang siapa saja, bahkan Mereka yang memiliki banyak penggemar.



Baca juga : Melawan Rasa Takut
Pada 5 Juli 2023, seluruh dunia dikejutkan oleh kabar duka bahwa penyanyi Hong Kong Coco Lee meninggal setelah gagal bunuh diri. Coco Lee melakukan aksi bunuh diri karena diduga menderita depresi. Namun tahukah Anda ternyata komunikasi antarpribadi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap tingkat depresi seseorang! Lantas bagaimana bisa komunikasi interpersonal mempengaruhi kesehatan mental dalam mencegah depresi ?



Komunikasi interpersonal memiliki pengaruh yang besar terhadap kesehatan mental seseorang. Pasalnya, komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh satu orang dapat memengaruhi cara orang tersebut dalam berpikir dan memahami pesan yang disampaikan oleh orang lain. Misalnya peran orang tua dalam komunikasi dengan anak adalah membuat anak menerima dan merasakan apa yang disampaikan oleh orang tua sehingga tindakan yang dilakukan anak merupakan efek dari komunikasi interpersonal yang dilakukan  antara anak dengan orang tua.



Tidak hanya itu, lingkungan kerja dan tempat berlangsungnya komunikasi interpersonal juga dapat mempengaruhi kesehatan mental. Jika seseorang berada dalam lingkungan yang positif dan mendukung, maka kesehatan mentalnya akan cenderung mengarah pada mentalitas yang sehat ketimbang sebaliknya. Sebagai contoh bullying yang terjadi di kalangan pelajar, korban bullying akan sering mengalami stress dan ketakutan. Biasanya para korban akan cenderung menjadi lebih  pendiam karena kemampuan berkomunikasi seseorang bergantung pada kesehatan mental yang dimiliki, hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh A. Eganov, E. Cherepov, L. Romanova, V. Bykov pada 31 Agustus 2020 dan ketika korban tidak memiliki siapa pun untuk diajak bicara, pikirannya akan dipenuhi dengan pertanyaan dan kekhawatiran karena peristiwa yang menimpanya. Mereka cenderung merasa tertekan dan paling buruk Mereka akan melukai diri sendiri atau bunuh diri.



Saya yakin Kita semua tidak ingin hal tersebut terjadi pada diri Kita sendiri ataupun kepada orang-orang yang Kita kasihi. Oleh karena itu, mari Kita tingkatkan kemampuan interpersonal Kita agar dapat selalu memiliki pola pikir yang sehat dan terhindar dari kemungkinan depresi.

Ingin mendapatkan informasi menarik lainnya ?

Bisa kunjungi web Kami di publicspeakingacademy.co.id

Demikian Saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi koran kontan

Penulis buku best seller public speaking mastery versi gramedia pustaka utama

Founder Public Speaking Academy

Klik Disini : Bangkit dari kegagalan

Semoga bermanfaat !

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x