Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Pengaruhi Audiens Anda Lewat Cerita

“Storytelling is the most powerful way to put ideas into the world today.” – Robert McAfee.


Motivator | Pembicara | Public Speaking Indonesia | Pengaruhi Audiens Anda Lewat Cerita


Cerita adalah alat komunikasi yang kuat dan persuasif, yang dapat menggerakkan orang untuk bermimpi, merangkul ide-ide, dan mencapai hal-hal besar. Cerita memicu pikiran, ingatan, dan emosi, sehingga Kita lebih cenderung mengingat apa yang Kita dengar. Ketika berbagi cerita, pikiran antara pembicara dan audiens akan menjadi sinkron. Baik dari sisi pikiran maupun emosi, semuanya menjadi selaras. Ketika Kita merasa terhubung dengan orang lain melalui cerita, maka hormon oksitosin akan membanjiri tubuh Kita dan akhirnya mempengaruhi audiens untuk bertindak. Jadi, cerita lebih dari sekedar hiburan untuk anak-anak sebelum tidur. Cerita adalah alat komunikasi persuasif yang ampuh yang dapat membantu Anda, tim Anda, dan seluruh organisasi Anda untuk mewujudkan visi.


Baca juga : 3 Tips Membuat Cerita Dengan Alur Misteri
Untuk Membuat Cerita Yang Dapat Mempengaruhi Audiens Maka Perhatikanlah 3 Hal Berikut Ini :


1. Cerita Harus Mengkomunikasikan Identitas Anda
Karena kisah yang Anda ceritakan tentang diri Anda, maka cerita harus menggambarkan pengalaman dan tantangan yang Anda hadapi. Kisah itu menentukan bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri dan bagaimana Anda dipersepsikan oleh orang lain. Ingat teknik PAR (Problem, Action dan Result) dalam bercerita saat public speaking.


2. Cerita Harus Mengkomunikasikan Informasi
Cerita dapat membantu Anda menemukan makna dalam data, sehingga mempermudah Anda membuat keputusan dan mengambil tindakan. Informasi yang ada pada data sangat penting bagi tercapainya visi dan bagaimana Anda menggunakannya akan menentukan apakah bisnis Anda akan berkembang atau justru hancur. Tidak peduli berapa banyak data yang Anda miliki, nilainya akan hilang jika Anda tidak dapat mengomunikasikannya secara efektif.


3. Cerita Harus Membuat Ide Lebih Mudah Dipahami
Cerita harus memiliki struktur, sisi emosional, dan faktor kontras di dalamnya, yang memungkinkan Anda untuk menunjukkan perbedaan antara realitas saat ini dan keadaan yang diinginkan. Dengan membuat audiens membayangkan yang terjadi di masa depan alternatif, maka audiens akan lebih terbuka terhadap perubahan.


Ayo perhatikan ketiga hal ini dalam cerita yang Anda sampaikan saat public speaking agar audiens Anda dapat terpengaruh dengan cerita yang Anda bawakan. Mari tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik https://ongkyhojanto.com/ atau untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Ivena 0811 3440 909.


Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy


Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat!

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x