Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Pengulangan yang menghipnotis

“The Most basic of mind control is repetation


Motivator | Pembicara | Public Speaking Indonesia | Pengulangan yang menghipnotis


Setiap pembicara ingin agar pesan yang disampaikan dapat diingat serta dilakukan oleh pendengarnya sehingga berdampak pada pemenuhan tujuan presentasi tersebut. Salah satu caranya adalah dengan menekankan kata atau kalimat penting yang menjadi kata kunci dari poin yang kamu sampaikan menggunakan teknik pengulangan. Menurut Keraf (2006), repetisi adalah pengulangan bunyi, suku kata, kata, atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai.


Baca Juga : 5 Kesalahan Bahasa Tubuh Saat Presentasi
Berikut ini beberapa jenis repetisi atau pengulangan yang dapat kamu gunakan dalam presentasi :


1. Anafora
“the repetition of certain words” atau dalam Bahasa Indonesia nya “pengulangan kata-kata tertentu”. Salah satu tujuan dari dilakukan nya pengulangan kata ini adalah untuk memberikan kesan yang mendalam terhadap suatu statement (pernyataan). Contoh : kata I have a dream dari pidato Martin Luther King Jr.


2. Epifora
Merupakan sebuah majas dimana kata atau frase yang sama diulang diakhir klausa, kelimat atau baris yang berurutan. Contoh : pidato Yes We Can dari Barack Obama.

I think about all that she’s seen throughout her century in America — the heartache and the hope; the struggle and the progress; the times we were told that we can’t, and the people who pressed on with that American creed: Yes we can.

At a time when women’s voices were silenced and their hopes dismissed, she lived to see them stand up and speak out and reach for the ballot. Yes we can.

When there was despair in the dust bowl and depression across the land, she saw a nation conquer fear itself with a New Deal, new jobs, a new sense of common purpose. Yes we can.


3. Simploke
Simploke adalah majas repetisi yang menggabungkan konsep anafora dan epistrofa. Contohnya : “Kamu bilang tidak akan pergi, nyatanya hilang juga. Kamu bilang akan selalu menemani, nyatanya hilang juga. Kamu bilang perasaan itu akan selalu sama, nyatanya hilang juga. Kamu bilang cinta ini abadi, nyatanya hilang juga.”


4. Mesodiplosis
Berbeda dengan anafora dan epistrofa, repetisi ini melakukan pengulangan kata atau frasa di tengah baris atau kalimat. Contohnya : “Ibu bilang, jangan jadi orang yang suka menyakiti hati manusia lain. Ayah juga berpesan, jangan jadi pembenci, meski dunia begitu kejam. Nenek berkata, jangan jadi aib buat keluarga sendiri.


5. Antitesis
Masuk dalam kategori majas pertentangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, antitesis ialah pengungkapan gagasan yang bertentangan dalam susunan kata yang sejajar.

Seumur hidup, ibu menemani setia menemani ayah dalam sehat sakit, kaya maupun miskin. Ukur dengan baik agar tebal tipisnya buku sesuai dengan kardus pembungkusnya.


Cobalah ulangin beberapa kali kata atau kalimat inti presentasi kamu karena “The Most basic of mind control is repetation”. Public speaking adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Mari Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik publicspeakingacademy.co.id atau untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Ivena 0811 3440 909.


Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy


Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat !

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x