Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

4 Tips Mencegah Productivity Paranoia

Dalam survei Microsoft tahun 2022 tentang Productivity Paranoia: “Para pimpinan perusahaan takut karyawannya tidak bekerja atau tidak produktif, meskipun jam kerja, jumlah rapat, dan metrik aktivitas lainnya meningkat.”


Komunikasi | Pembicara | Public Speaking | Public Speaking Indonesia | Tips Mencegah Productivity Paranoia

Beberapa tahun yang lalu, remote working adalah suatu keuntungan yang langka, yang hanya didapatkan oleh sebagian kecil pekerja. Namun ketika COVID-19 melanda pada Maret 2020, semuanya berubah.

Banyak perusahaan tidak punya pilihan selain mengubah cara kerja menjadi work from home dan cara ini terus diterapkan meskipun pandemi sudah berakhir.

McKinsey & Company pernah melakukan penelitian di awal tahun 2022 menemukan bahwa 58 persen orang Amerika memiliki kesempatan untuk WFH minimal satu hari dalam seminggu, dan 35 persen punya kesempatan lima hari dalam seminggu.

Jadi kenapa para pimpinan perusahaan sulit untuk mempercayai karyawan Mereka?

Remote working menawarkan fleksibilitas bagi Mereka yang tidak suka bekerja di bawah pengawasan yang terlalu ketat. Jadi masalah sebenarnya adalah manajemen mikronya, bukan produktivitas karyawan.

Jadi, bagaimana cara menghindari manajemen mikro dalam organisasi Anda dan menghentikan productivity paranoia?


Baca Juga : 5 Tips Terbaik Keluar Dari Comfort Zone

Berikut adalah beberapa hal yang bisa dilakukan karyawan dan perusahaan untuk membangun kepercayaan dan mendorong lingkungan kerja hybrid yang harmonis :

1. Bersikap Transparan

Semua hal harus dijelaskan sedetail mungkin, terutama tentang apa yang sedang Anda kerjakan agar dapat membantu perusahaan melihat produktivitas dengan lebih mudah dan memastikan bahwa setiap orang bekerja menuju goal yang sama.

2. Manfaatkan Tools Yang Anda Miliki

Jika productivity paranoia adalah masalah utama dalam hal mempercayai karyawan, mungkin ada baiknya bagi perusahaan untuk melihat tools yang Mereka miliki untuk memfasilitasi kerja hybrid dan remote bagi karyawan untuk memastikan bahwa Mereka berhasil melakukannya.

3. Berkomunikasi Dengan Jelas

Melalui chat, video call, atau channel apapun yang membuat Anda tetap terhubung dengan karyawan untuk mengukur produktivitas Mereka. Anda hanya perlu memastikan bahwa semua orang check-in sesuai jadwal dan pekerjaan tetap mampu diselesaikan dengan baik meskipun Mereka melakukan work from home.

4. Rutin Meminta Feedback

Pemimpin dan anggota tim harus memberi feedback satu sama lain tentang bagaimana dampak remote atau hybrid terhadap kinerja Mereka. Perusahaan bisa mengembangkan aturan-aturan baru berdasarkan feedback ini.

Apakah karyawan Anda telah memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik? Mungkin Anda bisa meminta Mereka untuk mengikuti Training Public Speaking bersama Ongky Hojanto untuk meningkatkan kemampuan komunikasi yang Mereka miliki sehingga Productivity Paranoia tidak akan terjadi kembali.

Ingin membaca artikel menarik lainnya seputar komunikasi dan manajemen?

Bisa kunjungi website kami di www.publicspeakingacademy.co.id 

Demikian saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan 

Penulis Buku Best Seller 

Founder Public Speaking Academy


Klik Disini : Bangkit dari kegagalan

Semoga Bermanfaat !

Source:

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x