Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

3 Tips Menghadapi Audiens Pasif

Manusia memiliki dua belahan otak, otak kiri dan otak kanan. Otak kiri bicara tentang angka, bahasa, urutan dan logika, sementara otak kanan bicara tentang musik,irama dan kreativitas. Ketika Anda belajar dengan gembira dan aktif maka Anda merangsang otak bagian kanan untuk aktif sehingga kreativitas akan muncul, ide, strategi maupun tips yang dibagikan dapat dengan mudah Anda ubah menjadi rencana tindakan.


Motivator | Pembicara | Public Speaking Indonesia | Tips Menghadapi Audiens Pasif


Namun sayangnya dalam sebuah presentasi atau public speaking, audiens maupun peserta yang pasif bukanlah suatu hal yang baru untuk Kita temukan. Dalam setiap pertemuan pastinya, ada saja beberapa audiens yang secara fisik ada didalam ruangan tersebut, namun pikirannya sedang berjalan entah kemana. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan beberapa teknik atau strategi yang harus Anda kuasai sebagai seorang pembicara agar Anda bisa mengatasi audiens yang pasif, audiens yang tidak mau menjawab pertanyaan, ataupun audiens yang tidak fokus terhadap materi presentasi yang Anda sampaikan. Inilah 3 tips untuk menghadapi audiens pasif !


Baca juga : Intonasi Suara Pengaruhi Presentasi Anda
1. Buat Presentasi Yang Menarik
Untuk menarik perhatian dan juga minat audiens, Anda harus melakukan sesuatu yang menarik dan mampu membuat audiens Anda merasa jika Anda tidak sedang menjelaskan sesuatu yang baku, melainkan suatu hal menyenangkan dan mudah dipahami. Anda bisa menyelipkan cerita-cerita dalam presentasi Anda baik berupa cerita pribadi Anda, cerita dari kenalan Anda, ataupun cerita dari para tokoh yang Anda ketahui. Pilihlah cerita yang sesuai dengan materi dan juga kondisi dari audiens Anda agar apa yang Anda sampaikan tepat pada sasaran.


2. Libatkan Audiens
Buatlah sebuah presentasi yang interaktif dengan melibatkan audiens Anda. Dengan demikian, akan lebih besar kemungkinan yang Anda dapatkan untuk menerima perhatian dan juga antusiasme dari audiens Anda. Biarkan mereka berbagi pengalaman yang sekiranya berhubungan dengan materi presentasi Anda saat itu sehingga audiens lain dapat menerima banyak sumber ilmu, bukan hanya dari Anda saja.


3. Lakukan Bahasa Tubuh
Fokus yang dimiliki oleh audiens Anda akan bertambah apabila Anda sebagai pembicara atau pemateri bisa membawakan presentasi tersebut dengan bahasa-bahasa tubuh yang menarik, bukannya hanya diam berdiri ditempat dan berbicara. Hal tersebut akan  terlihat monoton dan juga membosankan. Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Albert Mehrabian dari University of California, Los Angeles menjelaskan bahwa dalam komunikasi besarnya pengaruh dari masing-masing komponen adalah Bahasa tubuh 55%, intonasi suara 38% dan kata-kata 7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa Bahasa tubuh merupakan komponen terbesar untuk keberhasilan proses komunikasi.


Berjanjilah untuk mulai menyusun materi dengan menarik, ajak audiens untuk berpartisipasi dan tampilkanlah bahasa tubuh yang menarik namun tidak berlebihan agar fokus audiens dapat Anda tarik ke dalam presentasi tersebut. Ayo lakukan ketiga hal tersebut agar kelas, presentasi, atau public speaking Anda menjadi hidup dan audiens tidak pasif. Mari Tingkatkan kemampuan diri Anda dengan klik https://ongkyhojanto.com/ atau untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Ivena 0811 3440 909.


Demikian Saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan
Penulis Buku Best Seller Public Speaking Mastery Versi Gramedia Pustaka Utama
Founder Public Speaking Academy


Klik Disini : Bangkit dari kegagalan
Semoga bermanfaat !

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x