Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Nov 2, 2017 in Articles | 0 comments

Turut bersuka cita atas meninggalnya Mike Mohede

Turut bersuka cita atas meninggalnya Mike Mohede

Motivator | Tahun yang lalu, sekitar bulan September yang semestinya ceriah seperti kata Vina Panduwinata, Jeff teman saya di rundung duka.

Profile Picture (PP) BB di ganti dengan warna hitam pekat, lalu di ikuti sebait kata “Selamat jalan Mama”

Dari informasi yang saya dapatkan, hasil bertanya ke beberapa teman, mama dari Jeff baru saja meninggal dunia. Di grup tempat saya dan Jeff bergabung, penuh dengan kata-kata turut berbela sungkawa atau turut berduka cita atas kepergian sang ibunda.

Beberapa kata saya tuliskan dan dikirimkan kedalam grup tersebut “Turut bersuka cita atas berpulangnya ibunda Maria Maloxxx.”

Sontak, beberapa teman membalas postingnya saya dengan niat untuk meluruskan kata bersuka cita menjadi berduka cita, mereka berpikir bahwa saya salah menulis.

Ada yang sengaja japri kesaya untuk meningatkan bahwa saya salah menulis, Anto yang ada tempramen, menegur saya dengan keras didalam grup itu. Kegaduhan berlangsung selama beberapa saat.

Semuanya terdiam saat yang bersangkutan Jeff, mem posting sebuah kalimat yang menarik “Terima kasih bro Ongky, kami bersuka cita atas berpulangnya mama. Karena kami tahu ada kehidupan yang lebih menyenangkan dari kehidupan didunia ini. Dan kami juga tahu bahwa ini hanyalah perpisahan sementara. Suata saat kita akan bertemu lagi.”

Public Speaking Jakarta | Bersuka cita atau berduka cita adalah sebuah sudut pandang dan itu adalah NLP.

Dan sebagai fans Berat Mike Mohede, saya hanya bisa katakan kepada keluarga “Turut bersuka cita atas berpulangnya Mike ke hadirat Tuhan. Dia telah menyelasaikan pertandingan di dunia ini”

Sambil dalam hati saya juga berucap “see u there bro”

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *