Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

“We Cannot Not Communicate”

Sebuah ungkapan yang populer, sebagai penegasan bahwa siapapun Kita, sebagai manusia Kita akan berkomunikasi.


Pembicara | Public Speaking | Public Speaking Indonesia | We Cannot Not Communicate | Motivasi | Motivator | Motivator Indonesia

LinkedIn di tahun 2020 kemarin memaparkan hasil survei Mereka mengenai the skills companies needs most in 2020 :

1. Creativity

2. Persuation

3. Collaboration

Dua dari tiga poin di atas hanya dapat tercapai, jika seseorang memiliki kemampuan komunikasi, betul ?

Lalu mungkin Anda bertanya, bagaimana caranya menjadi seorang komunikator yang handal ? Komunikator yang tidak hanya menyampaikan apa yang menjadi pesan, tetapi mempengaruhi orang (persuasi) melakukan apa yang Anda sampaikan ?


Baca Juga : Kita Berbicara Tetapi Kita Tidak Berkomunikasi

Cobalah Jurus 3M Ini :

1. Mengerti Kawan Bicara Anda

Langkah awal adalah Anda harus memahami siapa kawan bicara Anda, Anda dapat menggali informasi sebelum Anda bertemu seperti yang di lakukan oleh Theodore Roosevelt Presiden USA ke 26 yang menggali informasi mengenai kawan bicara nya sebelum pertemuan, sehinga kawan bicara merasa akrab karena pertanyaan yang dilontarkan merupakan hal-hal yang akrab dengan dirinya. Atau jika Anda tidak memiliki data mengenai kawan bicara Anda, maka ajukan pertanyaan dan biarkan kawan bicara Anda menceritakan mengenai dirinya, pekerjaannya serta hal-hal yang dia sukai dan jadilah pendengar yang baik.

Satu hal yang penting di langkah awal ini adalah jangan pernah mengkritik orang lain.

“Anda bisa tidak setuju dengan pendapat atau ide orang lain, namun pahamilah mengapa ia memiliki ide seperti itu” NLP

Mengingat nama kawan bicara Anda dan menyapa dia dengan namanya, sepanjang komunikasi ini berlangsung merupakan hal berikut nya yang penting untuk di perhatikan. Pada fase ini, Anda juga sudah harus mengetahui sistem representasi informasi yang masuk dari dunia ekternal ke internal menggunakan indera dominan Penglihatan, Pendengaran atau Perasaaan. Dengan mengetahui hal ini akan mempermudah Anda dalam mengirimkan pesan yang pas dengan indera dominan kawan bicara Anda.

Amati penampilan, pilihan kata dan kecepatan bicara untuk mendapatkan informasi ini. Orang dengan indera dominan Penglihatan akan berpenampilan necis, sementara yang dominan indera perasaan lebih kasual. Orang dominan indera penglihatan kecepatan berbicaranya tinggi, orang dengan indera perasaan cenderung berbicara dengan antara satu kalimat dengan kalimat lain dan orang dengan indera pendengaran akan berbicara dengan nada yang naik dan turun.

Ada salah satu hal penting yang harus Anda temukan di fase awal, yakni tombol penggerak. Mengetahui tombol ini akan memudahkan Anda menggerakkan seseorang yang telah Saya sampaikan di artikel sebelumnya.

2. Mengirimkan Pesan

Saat mengirimkan pesan perhatikanlah pilihan kata yang Anda gunakan. Untuk kawan bicara dengan indera penglihatan gunakan kata-kata yang berhubungan dengan indera penglihatan, contohnya :

“Senang sekali melihat Pak Joni dalam kondisi yang prima hari ini “

“Saya rasa Pak Joni orang yang sangat peduli dengan kesehatan, sehingga bisa sesegar ini di masa pandemi” Jika kawan bicara Anda memiliki indera Perasaaan yang dominan dalam sisitim representasi nya.

Konsep bahasa induksi : alasan baru perintah akan lebih persuasif di banding deduksi : perintah baru alasan.

Contohnya :

“Agar karir dan penjualan Anda meningkatkan, maka milikilah kemampuan komunikasi” Induksi.

“Milikilah kemampuan komunikasi, agar karir dan penjualan Anda meningkatkan” Deduksi.

3. Menerima Umpan Balik.

Anda pasti pernah menebak kondisi emosi kawan bicara Anda, seperti : senang, sedih, tegang dengan memperhatikan bahasa tubuh yang dia tampilkan, bukan ?

Tanpa perlu menceritakan mengenai perasaannya Anda bisa menebak teman Anda sementara gembira, sedih  tegang dalam ilmu NLP ini disebut dengan kalibrasi atau membaca bahasa tubuh. Terkadang informasi akurat bisa di dapatkan bukan dari verbal atau kata-kata namun dari non verbal atau bahasa tubuh oleh karena itu, setelah Anda mengirimkan pesan maka perhatikan respon dari kawan bicara Anda dengan memperhatikan bahasa tubuh nya.

Ayo praktekan 3 hal di atas sehingga Anda menjadi komunikator yang handal !

Ingin membaca artikel menarik lainnya ?

Bisa kunjungi web Kami di publicspeakingacademy.co.id

Demikian Saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi koran Kontan

Penulis Buku Best Seller

Founder Public Speaking Academy


Klik Disini : Bangkit dari kegagalan

Semoga bermanfaat !

LinkedIn
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Latest Post

Get My Books

Best seller books
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x