Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Oct 30, 2019 in Articles | 0 comments

Memanfaatkan Momentum – Motivator

Motivator, Training Motivasi – Marwan Jafar, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi memberikan komentar dengan nada kritik terhadap layanan penerbangan Garuda. Beliau menilai Garuda masih merugi dan mendapatkan perlindungan dari negara. “Sudah tidak pernah untung, di sisi lain diproteksi habis-habisan oleh negara,” ujar Marwan. Pak Menteri Marwan bahkan meminta Menteri BUMN Rini Soewandi mengganti direksi PT Garuda Indonesia.

Hal ini terjadi, saat beliau ketinggalan pesawat karena tiba lima menit sebelum waktu keberangkatan.

Tanggapan atas komenter ini, disampaikan langsung oleh Vice Precident Corporate Communication PT GAruda Indonesia (Persero) Tbk. Benny S. Butarbutar “Beliau datang terlambat dan pesawat sudah harus berangkat sesuai jadwal yang ditentukan,” kata Benny melalui pesan singkat kepada Tempo, Rabu, 24 Februari 2016.

Benny mengatakan pesawat dari Jakarta menuju Yogyakarta yang ditumpangi Marwan berangkat pukul 08.00 WIB. Namun Marwan terlambat datang.

Marwan mengatakan ia seharusnya berangkat dengan pesawat pukul 08.05 dari Jakarta. Namun, ia tiba di bandara lima menit sebelum pesawat berangkat.

“Sebenarnya masih bisa mengejar, karena tidak butuh lima menit untuk menuju ke pesawat dengan pakai mobil bandara, tapi tidak diperbolehkan,” kata Marwan.

Marwan kemudian mendapatkan jatah penerbangan pada pukul 10.00. Namun keberangkatan mundur 1,5 jam karena delay. “Sebelum turun juga masih muter-muter dulu selama setengah jam,” kata Marwan. Menurut Marwan, tidak ada kompensasi dari Garuda untuk penumpang yang harus menunggu pesawat delay.

Hal Ini menimbulkan kegaduhan di dunia maya. Hujatan datang dari para natizen yang geram dengan ulah sang menteri. Sebetulnya, ada sebuah kesempatan langkah yang didapatkan oleh pak menteri untuk mendapatkan simpati natizen dan bukannya hujatan.

Andaikata, saat datang terlambat dan ketinggalan pesawat. Pak Menteri, melakukan hal sebaliknya. Merendahkan diri dan mengakui beliau salah. Mungkin akan muncul ribuan simpati mengalir dari para natizen.

Ada momentum yang mengangkat pamor, miningkatkan citra atau sekedar untuk menginspirasi orang lain bahwa jabatan tidak berarti dapat semena-mena dan beliau tidak dapat memanfaatkan momentum tersebut.

Setiap harinya kita juga di hadapkan pada momentum demi momentum. Kita dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk hasil yang produktif atau sebalik kita bertindak negative sehingga kehilangan kesempatan untuk melakukan percepatan dengan momentum tersebut.

Contohnya,saya memanfaatkan momentum kejadian yang di alami oleh Pak Menteri :

  1. Untuk menulis artikel yang dapat meningkatkan SEO
  2. Mendapatkan pelajaran mengenai memanfaatkan memontum
  3. Jeli dalam bertindak, sehingga bisa produktif

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *