Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Oct 31, 2019 in Articles | 0 comments

Kebodohan dalam Komunikasi (Motivator)

Motivator| Belajar Public Speaking – Hasnaeni wanita kader partai demokrat yang saat ini memaksakan diri untuk menjadi calon gubernur DKI dalam sebuah wawancara, mengemukakan konsep pelayanan kesehatan yang hanya dengan menggunakan KTP.

Sebuah pernyataan yang mengejutkan terlontar dari Hasnaeni sehubungan dengan BPJS “Sebenarnya yang merancang dan mendesain ide awal itu dari saya. Makanya itu kenapa saya berani dengan konsep KTP ini,” ujar Hasnaeni.

Hasnaeni mengatakan, dialah yang memberi ide itu kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan sewaktu dia masih menjadi staf khusus tidak resmi. Namun, dia mengaku tidak membocorkan seluruh konsepnya sehingga implementasi BPJS saat ini masih salah.

“Namun, saya enggak gunakan semua konsepnya karena mau saya gunakan juga kalau saya terpilih di DKI,” ujar dia.

Mungkin saja si Hasnaeni ini memberikan kesan bahwa ia ahli dan paham benar dalam bidang yang ia kerjakan atau sekedar ingin mengungkapkan bahwa ia pernah menjadi bagian dari tokoh sekaliber Dahlan Iskan.

Akan tetapi kalau kita cermati, dari cara komunikasi Hasnaeni maka ada tiga poin blunder yang ia lakukan :

  1. Ketidak tulusan

Dalam pernyataan “tidak membocorkan semua konsep BPJS” Hasnaeni meninggalkan kesan bahwa ia orang yang tidak tulus dalam melakukan sesuatu

  1. Kegagalan dalam mengaitkan dengan nama besar

Masyarakat umum pasti mengenal tokoh Dahlan Iskan yang membumi dan terkenal nyeleneh dalam membuat keputusan. Akan tetapi sosok ini masih tetap menjadi idola oleh sebagai besar masyarakat Indonesia. Ini terbukti dengan diraihnya suara terbanyak saat konvensi partai demokrat yang lalu.

Hasnaeni sebetul benar saat mengaitkan namanya sebagai staf khusus tidak resmi dari Dahlan Iskan, ini akan menarik simpati dari para simpatisan sang tokoh tersebut. Akan tetapi, saat ia mengatakan tidak membocorkan semua konsep BPJS, ini akan menimbulkan kesan ia sengaja “menghancurkan” sang tokoh dengan program mentah dan bermasalah. Sekali lagi, ini melakukan bluder dalam komunikasi.

  1. Mengakui tidak di akui

Pengakuan sepihak dalam membuat orang tertawa dan justru merusak reputasi beliau. Kalimat staf khusus tidak resmi adalah pernyataan konyol dan menurunkan trust dimata orang lain. Semestinya Hasnaeni cukup mengatakan pernah menjadi bagian TIM Ahli, TIM Penyusus, TIM Khusus atau sebutuhan lain tanpa embel-embel tidak resmi.

Komunikasi dapat membangun kesan positif dan sekaligus dapat membuat citra buruk. Pilihan kata yang tepat akan membuat komunikasi berjalan dengan baik. Motivator

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *