Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Jun 3, 2016 in Uncategorized | 0 comments

Stop Maltraktek dalam Seminar

Motivator | Training Motivasi Malpraktek dalam dunia medis didefinisikan sebagai kesalahan atau kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dalam melaksanakan profesinya yang tidak sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional, akibat kesalahan atau kelalaian tersebut pasien menderita luka berat, cacat bahkan meninggal dunia.

Pertanyaannya, apakah dalam dunia training juga bisa terjadi “malpraktek?” dan jika iya, apa kira-kira akibat yang ditimbulkan ?

Dalam dunia training saya mengamati begitu banyak para trainer yang membuat “malpraktek” dengan cara memberikan pengetahuan atau ilmu yang mereka sendiri belum praktekan atau dari sumber yang tidak jelas dan akibatnya audiens bisa jadi salah dalam mempraktekan ilmu tersebut.

Contoh :

  1. Beberapa pelatihan wirausaha memprovokasi orang untuk jadi penguasaha, sementara sang pembicara tidak memiliki bisnis.
  2. Peserta disarankan untuk harus memiliki hutang, sementara tidak dijelaskan cara untuk membayar hutang
  3. Peserta di jelaskan konsep NLP sementara sang trainer minim pengetahuan dan pengalaman dengan metode NLP

“Lalu bagaimana menghindari malpraktek dalam dunia training ?”

Milikilah 3P ini sebelum anda ingin menjadi trainer atau Motivator

1. Pengetahuan

Pastikanlah anda memiliki pengetahuan yang dalam mengenai apa yang akan anda ajarkan. Pengetahuan dapat datang dari pendidikan formal anda atau    pendidikan informal, yakni dengan belajar dari seminar dan pelatihan lain d   dimana sang trainer adalah ahli dibidang tersebut.

2. Pengalaman

Ilmu anda bisa datang dari pengalaman anda sendiri atau pengalaman orang lain yang telah terbukti dengan pasti hasilnya. Dan jika memungkinkan,   pastikan bahwa pengalaman ini bukan hanya sekali atau dua kali berhasil      karena bisa jadi keberuntungan akan tetapi telah berkali-kali berhasil. Saat  saya membuka kelas trainerpreneur, saya mengajarkan teknik promosi untuk dapat diundang oleh perusahan nasional seperti BCA, BNI, Sampoerna dll,        saya pribadi harus memastikan bahwa teori yang saya sampaikan benar-  benar terbukti dan menghasilkan hasil berkali-kali.

3. Pembimbing (mentor yang sudah terbukti)

Milikilah seorang pembimbing atau mentor yang berpengalaman sehingga anda dengan mudah untuk bertanya atau berdiskusi mengenai materi seminar anda, sebelum anda sampaikan kepada audiens anda

Dan bagi anda yang serius untuk menjadi Motivator, maka jadilah Motivator yang professional

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *