Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Nov 22, 2019 in Articles | 0 comments

Offensive Vs Defensive

Motivator | Seminar Public Speaking Ide tulisan ini saya peroleh dari hasil meeting untuk evaluasi sebuah workshop yang diadakan beberapa waktu yang lalu dengan TIM dari sebuah bank swasta tersebar di Indonesia Grand Indonesia, siang tadi. Dalam cerita di percakapan kami, terbesit kata cost leadership. Penasaran akan “map” cost leadership dari mereka, saya bertanya banyak hal tentang hal tersebut.

Dalam bahasan yang sedikit ilmiah Cost Leadership atau kepemimpinan biaya merupakan salah satu generic strategy. Strategi ini dilakukan dengan cara memproduksi barang dengan biaya yang lebih rendah dengan kualitas yang relatif sama dibandingkan dengan para pesaingnya. Untuk dapat menjalankan strategi ini, perusahaan perlu memiliki economies of scale lebih tinggi atau memiliki keunggulan dalam produktivitas.

Dengan kata lain, perusahaan yang mengarahkan dirinya menjadi produsen yang low-cost dalam industri untuk setiap level kualitas, maka perusahaan tersebut telah menjalankan strategi ini.

Salah satu cara cost leadership adalah dengan mengadakan penghematan. Pengehematan akan hal-hal kecil ternyata membawa efek yang luar biasa. Sebuah kantor cabang bisa mencapai lebih dari Rp 100 juta perbulan, saya hanya dapat mengatakan wow menarik juga.

Bayangkan penghematan tissue toilet. ini dilakukan dengan serius dimana training cara untuk mengeringkan tangan yang efektif dan efesien dilakukan.

Penghematan air minum, dimana karyawan di minta membawa tumbler air sendiri dari rumah, karena di teliti jika minum menggunakan gelas, maka:

Air sering tersisa dan di buang

Biaya pemakaian air untuk mencuci gelas

Biaya sabun

Bertambahnya kerja OB

Bagi saya, ini adalah hal kecil yang efeknya besar. Seringkali dalam bisnis kita bermain agresif atau offensive dengan strategi marketing serta budget besar, tetapi melupakan strategi Defensive dengan memperkecil fix cost atau variable cost.

Dalam dunia sepakbola, bermain cantik tidaklah penting asalkan mencetak goal dan menang. Dan jika anda belum bisa menang karena factor x, maka berusaha untuk tidak kalah dengan menggalang pertahanan yang kokoh (defensive) dengan cost leadership mungkin adalah solusi jangka pendek yang baik.

Tetapi jika bisa bermain menyerang serta di ikuti oleh pertahanan yang kuat, akan lebih baik

 

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *