Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Nov 6, 2018 in Articles | 0 comments

Marah dengan akal sehat

Apakah anda pernah kehilangan 99% harta anda ?

Apakah anda pernah hidup dengan memakai baju bekas pemberian orang ?

Apakah anda pernah numpang dirumah orang berbulan-bulan karena tidak memiliki rumah ?

Apakah anda pernah di “rampok” oleh orang yang anda percayai menjaga rumah anda ?

 

Motivator | Jika anda belum pernah mengalaminya, saya pernah. Kerusuhan tahun 2000 di kota Ternate membuat saya mengalami hal-hal diatas.

“Apakah saya marah kepada mereka ?”

“Iya” jawabnya

Tapi apakah kemarahan itu membuat saya melakukan hal negative ? tentu tidak. Saya marah dengan menggunakan akal sehat. Marah, karena sikap dan perbuatannya, bukannya marah karena berdasarkan suku, agama atau pribadi mereka.

Poin utama saat kita marah adalah mulailah bertanya, apakah kemarahan kita ini akan dapat menyelesaikan sebuah masalah ? jika Iya, berarti anda marah dengan menggunakan akal sehat. Sebaliknya, jika kemarahan anda justru membuat masalah yang baru, mulailah perhatikan dan waspada dengan kemarahan anda karena bisa jadi kemarahan anda ini tidak lagi menggunakan akal sehat

Apalagi kemarahan anda tanpa sebab jelas, tanpa informasi detail dan hanya berdasarkan kata orang. Memang marah menggunakan akal sehat, harus memiliki akal yang sehat. Apabila akal sehat telah di cemari oleh kebencian, iri dan provokasi maka akal sehat akan sakit dan marah menjadi pembawa penyakit.

Itulah sebabnya kutipan “Yang waras Ngalah” di buat.

 

Bagaimana pendapat anda ?

 

Training Sales | Training Motivasi

Demikian dari saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan
Penulis buku best seller Public Speaking Mastery

 

 

 

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *