Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Apr 21, 2020 in Articles | 0 comments

Kegagalan Tina Talisa dalam debat kedua

Public Speaking Indonesia | Tina Talisa tampil sebagai salah satu moderator dalam debat kedua para paslon Gubernur dan wakil Gubernur berlangsung di jumat 27 januari 2017. Agak sedikit berbeda karena saat ini ia tidak sendiri lagi, tapi di temani Eko Prasojo.

Ada banyak hal baik dari penampilan para moderator malam itu, akan tetapi saat ini izinkan melihat dari sisi yang menggangu saya sebagai penonton debat, yakni kegagalan Tina Talisa dalam mengendalikan para pendukung paslon dalam acara tersebut.

Terdengar berkali-kali Tina Talisa harus meminta para pendukung untuk diam. Dari ajak halus hingga sedikit “bumbu ancaman” tidak membuat para pendukung mengikuti kemauan yang moderator.

Pengalaman saya membawakan beberapa seminar dengan audiens hingga ribuan orang mengajarkan 4 hal ini yang harus dilakukan agar anda dapat mengendalikan massa yang banyak dari atas panggung :

  1. Kesepakatan di awal

Buatlah kesepakatan diawal mengenai aturan main dalam acara tersebut. Dan saya yakin ini telah di sampaikan, pertanyaannya kenapa tidak efektif ?

analisa saya tidak adanya simulasi sebelum acara berlangsung. Lakukanlah simulasi 2 jam sebelum acara dan ini tidak mudah karena para pendukung belum tentu telah hadir dalam acara tersebut.

Penting untuk diperhatikan simulasi harus dilakukan langsung oleh moderator dan bukanya staf atau tim yang mewakili moderator. Lakukan pendekatan dengan seluruh pendukung paslon, utarakanlah beberapa harapan anda dan juga kemukakan manfaat yang dirasakan oleh paslon yang mereka dukung jika acara ini berlangung baik.

  1. Gunakan Anchor

Gunakanlah isyarat bahasa tubuh (anchor) saat meminta para pendukung calon untuk diam. Tetapi hal ini harus di sepakati dan di simulasikan diawal acara. contoh : jika moderator telah mengangkat tangan maka para pendukung haruslah diam.

Ini akan lebih baik karena tidak perlu mengeluarkan instruksi yang sama berkali-kali untuk meminta mereka tenang. Sekali lagi kunci keberhasilan teknik ini adalah simulasi dan kesepakatan diawal

  1. Koordinator lapangan

Tunjuklah beberapa Koordinator lapangan yang dikenal dekat oleh para pendukung paslon untuk meminta mereka menenangkan para pendukung, saat moderator telah memberikan isyarat untuk tenang

  1. Berikan sedikit kesenangan

Saya mengamati secara umum, tidak ada tindakan berlebihan yang dilakukan oleh para pendukung pasangan paslon. Saran saya berikanlah waktu 20 detik untuk mereka bersorak atau bertepuk tangan saat pergantian sesi, sehingga energy mereka bisa keluar.

Harus berhati-hati dengan teknik ini karena mereka dapat keterusan dan menjadi tidak terkendali

Mungkin saja, anda bertanya cara belajar presentasi yang hebat. Klik disinidan temukan jawabannya

Motivator | Training Motivasi

Demikian dari saya Ongky Hojanto
Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan
Penulis buku best seller Public Speaking Mastery

 

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *