Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Nov 26, 2019 in Articles | 0 comments

Public Speaking Memorable ala Anies Baswedan

” Tidak ada hal yang baik dan buruk, salah dan benar yang ada hanyalah sebuah pelajaran ” Ongky Hojanto

Motivator | Salah satu hal yang saya kegumi dari sosok Anies Baswedan adalah kemampuan beliau menyusun kata dan merangkainya menjadi sebuah kalimat sehingga masuk kedalam pikiran bawah sadar pendengar sehingga itu membekas lama dalam ingatan mereka.

Dan tentunya hal ini meninggalkan pola yang bermanfaat untuk kita pelajari khususnya bagi anda yang ingin menyusun naskah presentasi atau public speaking dengan tujuan orang tetap mengingat apa yang anda bicarakan. Ada tiga hal menarik yang dapat kita pelajari dari pola public speaking Anies Baswedan.

1. Perumpamaan

Menggunakan perumpamaan adalah salah satu ciri khas Anies. Dalam pidato politik pertama saat menduduki jabatan Gubernur DKI, perumpamaan penjajahan yang terjadi di masa kolonialisme.

“Dan Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat. Selama ratusan tahun, di tempat lain penjajahan mungkin terasa jauh. Tapi di Jakarta, bagi orang Jakarta kolonialisme itu di depan mata. Dirasakan sehari-hari. Karena itu, bila kita merdeka, janji-janji harus dilunaskan. Dulu kita semua, pribumi ditindas dan dikalahkan. Kini telah merdeka, kini saatnya kita jadi tuan rumah di negeri sendiri”

2. Pilihan kata 

Anies, pintar menggunakan kata yang tidak lazim dan unik. Ingatlah bahwa hal yang unik akan menarik perhatian anda dan saya. Pilihan kata seperti : Ikhtiar gotong-royong, penanda awal, dikibartinggikan, keberpihakan, etalasi, mengejawantah, terugikan, majelis-majelis perwakilan warga, ramah mimpi.

3. Kutipan

Kaya akan kutipan adalah salah satu kekuatan Anies ketika menyusun public speaking nya. Beliau dengan elegan memasukan pribahasa dan kutipan dari tokoh besar yang di kenal untuk menguatkan pesan yang ingin sampaikan.

Sebuah kearifan lokal dari Minahasa mengingatkan, “Si tou timou tumou tou.” Manusia hidup untuk menghidupi orang lain, menjadi pembawa berkah bagi sesama.

Mohammad Husni Thamrin, seorang putra terbaik Jakarta pernah mengatakan: “Setiap pemerintah harus mendekati kemauan rakyat. Inilah sepatutnya dan harus menjadi dasar untuk memerintah. Pemerintah yang tidak mempedulikan atau menghargakan kemauan rakyat sudah tentu tidak bisa mengambil aturan yang sesuai dengan perasaan rakyat.”

Dan hingga saat ini Anies berhasil membuat viral pidato politik tersebut, terlapas dari pro dan kontra, Anies cakep dalam menyusun Public Speakingnya

Dan mungkin saja, anda bertanya cara belajar presentasi yang hebat. Klik disini dan temukan jawabannya

Training Karyawan | Public Speaking

Demikian dari saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan

Penulis buku best seller Public Speaking Matery

Penulis buku best seller Trainepreneur

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *