Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Jun 30, 2020 in Articles | 0 comments

Kelola Emosi ala Motivator

Dahi saya mengkerut sementara mendengar penjelasan si klien mengenai trauma yang ia alami. Klien yang kebetulan adalah salah satu peserta seminar saya berujur dengan wajah yang serius : “Benar bapak, saya sangat takut disuntik.”

Motivator Indonesia | Mungkin untuk meyakinkan saya akan traumanya ini, sebab dari tampangnya tidak tesirat sedikitpun ia memiliki kekakutan terhadap benda seukuran sehelai rambut yang bernama jarum suntik, ia mulai bercerita awal trauma ini terjadi . Katanya “ sekitar usia 5 tahun, saya dibawa ke puskesmas untuk diperiksa, kemudian dokter melakukan penyuntikan terhadap saya. Entah bagaimana, dokter tersebut selalu gagal dan mengulangi hingga tiga kali, itupun tidak berhasil. Sepulangnya dari puskesmas, pantat saya bengkak hingga beberapa hari, sulit sekali untuk tidur. Saya pikir semua dokter tidak becus.”

 

Saya pun bertanya : “ Dari mana anda tahu bahwa semua dokter tidak becus ?”

“Ya, karena mereka tidak melakukan tugasnya dengan baik, buktinya saya bisa sakit berhari-hari akibat kerjanya yang tidak becus dalam menyuntik saya.”

“Apakah ada teman bapak yang pergi kedokter lalu disuntik dan malah sembuh ?” Tanya saya. “ Ya, adasih pak.” Jawab si klin ini.

“Menurut bapak, mengapa mereka mengalami kejadian yang berbeda dengan yang bapak alami ?”

“ Mungkin karena dokternya berpengelaman.”

“ jadi bisa saya simpulkan kalau dokternyanya berpengalaman, maka sebetulnya disuntik justru akan mempercepat proses penyembuhan bukan sebaliknya membuat anda sakit, betul ?”

“ setuju bp”

“ berapa banyak teman-teman bapak yang sering kedokter kemudian disuntik dan menjadi lebih sehat ?”

“ wah, banyak bapak.”

“ Nah, kalau begitu apakah semua dokter tidak becus dalam menyuntik ?”

“ Ya tidak, sih. Mungkin dokter yang menyuntik saya waktu itu yang memang tidak becus.”

“ Kalau misalnya bapak suatu saat memerlukan untuk disuntik, apakah yang akan dilakukan ?”

“ Saya akan bertanya kepada teman saya yang sudah pernah disuntik mengenai dokter yang bagus”

“ Kalau begitu bapak sudah mau untuk disuntik?”

“ Ya, bapak, bahkan anak saya akan segera saya imunisasi, karena selama ini saya melarang anak saya untuk diimunisasi.”

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *