Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Nov 22, 2020 in Articles | 0 comments

Efek Kopi Panas

“Perception is Projection”

Motivator | Jumat kemarin saya bertemu dengan salah satu klien dan berbincang-bincang mengenai beberapa hal sehubungan dengan Pelatihan. Hampir satu jam kami berbincang membuat saya katong kemih saya mulai memberikan tanda untuk segera di kosongkan. Izinlah saya ke toilet dengan di sertai permintaan tolong untuk memesan secangkir kopi panas seperti biasanya. Antrian lama di toilet membuat saya harus menghabiskan beberapa menit sebelum kembali ke cafe itu.

Sekembalinya di cafe, tatapan saya langsung tertuju pada segelas kopi yang telah di pesan tadi. Tanpa menunggu lama, cangkir saya pegang dan gelas saya letakan kemulut seraya menuangkan isi gelas tersebut kedalam mulut. Seketika saya tersentak karena panasnya kopi. Kaget melihat perubahan di wajah saya, sang klien hanya tersenyum dan mengatakan “maaf pak, kopinya baru datang karena antria tadi panjang” dan di sambung dengan kalimat “saya mau sampaikan, namun saya pikir bapak sudah tahu” lanjut sang klien.

Sang klien berpikir bahwa saya tahu kopinya masih panas dan saya berpikir tadi antri lama di kamar mandi sehingga kopi nya pasti sudah dingin. Kedua persespi yang berbeda dari dua orang yang beda tanpa di komunikasikan membuat dampat “negatif” terhadap lidah dan bibir saya sepanjang satu hari itu.

Hal yang sama seringkali juga terjadi dalam keseharian kita di kantor, rumah atau saat berinteraksi dengan orang lain. Persepsi kita sering kali membuat kita mengalami efek kopi panas yang “sakit” nya berkelanjutan. Ada dua hal yang dapat di lakukan untuk menghindari hal itu :

1. Bertanya

Jangan malu untuk bertanya. Buanglah penilaian bahwa pertanyaan ini tidak penting atau pertanyaan ini masuk kategor pertanyaan “bodoh”. Ingatlah bahwa kelihatan bodoh dalam beberapa menit karena bertanyan akan jauh lebih baik daripada bodoh seumur hidup karena malu bertanya.

2.  Klarifikasi

Untuk setiap hal yang membingungkan atau tidak jelas, maka di butuhkan kemauan untuk membuat klarifikasi sehingga terhindar dari salah persepsi.

Semoga bermanfaat !

Dan mungkin saja, anda bertanya cara belajar presentasi yang hebat. Klik disini dan temukan jawabannya

MotivatorIndonesia | Training Karyawan | Public Speaking

Demikian dari saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan

Penulis buku best seller Public Speaking Matery

Penulis buku best seller Trainepreneur

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *