Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Feb 13, 2020 in Articles | 0 comments

Virus Paling Mematikan

Motivator | Public Speaking Indonesia | Training Sales Tercatat sebanyak 1.357 orang meninggal hingga kamis 13 februari 2020 yang di akibatkan oleh virus Corona. Namun, jumlah ini tidak seberapa di bandingkan flu asia tahun 1950 yang menewaskan kurang lebih 2 juta orang di asia atau Flu Spanyol yang membunuh 50 juta orang pada tahun 1918. Jika anda mengangap bahwa virus flu Spanyol yang paling mematikan, “Anda keliru. ”

Virus akal budi adalah virus lah yang paling mematikan, Richard Brodie pakar komputer dari Microsoft yang dikenal luas dengan reputasinya sebagai pencipta program Microsoft Word, menuangkan hal ini dalam bukunya virus of the mind. Salah satu virus akal budi adalah meme atau hoax yang oleh Richard Brodie dapat dianggap sebagai “designer meme” atau meme hasil rekayasa.

Richard Brodie mengidentifikasi bagaimana meme menyebar :

1 – Conditioning – Pakar propaganda NAZI Jerman Joseph Goebbels, pernah menulis bagaimana ketika sebuah hoax dengan skala yang cukup besar, sekonyol apapun itu, jika di sebarkan secara berulang-ulang maka perlahan orang akan percaya.

NAZI Jerman sendiri kemudian menunjukkan kehebatannya dalam menyebarkan hoax dengan cara ini. Sebagai contoh, mereka mulai dengan hoax yang mungkin kedengaran rasis dan konyol : “Orang-orang Yahudi itu rupanya diam-diam berkomplot untuk menguasai dunia”

2 – Cognitive Dissonance – Ketika seseorang mengalami ketidak-konsistenan antara keyakinan dan sikap  yang mereka pegang dengan realitas serta fakta yang mereka temui, mereka mengalami apa yang dalam ilmu psikologi disebut sebagai disonansi kognitif (cognitive dissonance). Disonansi kognitif menimbulkan kegelisahan psikologis dalam diri mereka. Konsekuensinya ada dua (i) mereka mengadopsi keyakinan dan sikap baru yang selaras dengan realitas dan fakta yang mereka temui; atau (ii) mereka menemukan cara lain untuk mengatasi kegelisahan mereka, termasuk di antaranya dengan menemukan hoax dan mempercayainya.

Keyakinan : Sekte kami percaya bahwa Bumi akan kiamat pada tanggal 21 Desember 2012.

Fakta : Bumi dan isinya baik-baik saja pada tanggal 21 Desember 2012 dan hari-hari setelahnya.

Hoax : Kiamat batal terjadi pada tanggal 21 Desember 2012 karena ketaatan dan kesalehan sekte kami.

Baca Juga : Mengapa hal buruk terjadi pada orang baik ?

3 – Trojan Horse – ini cara penyebaran klasik dan paling sederhana sekaligus juga salah satu yang paling efektif. Jika ingin suatu hoax menyebar cepat dan luas, bungkus dengan hal-hal yang mematik emosi sasaran hoax tersebut.

Cara penyebaran ini mengeksploitasi naluri primitif manusia untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Secara naluriah, kebanyakan orang selalu responsif terhadap informasi/berita mengenai (i) hal-hal yang dapat memperbesar peluang bertahan hidup dan berkembang biak atau (ii) adanya bahaya atau ancaman. Kita melihat bagaimana naluri-naluri ini dieksploitasi dengan menyebarkan hoax. Sering kita melihat bagaimana hoax yang dibungkus dalam pesan kebencian dan ketakutan dapat menyebar dengan cepat dan berhasil membuat seseorang berperilaku tertentu. Contoh hoax seperti di bawah ini:

Tujuan hoax – Agar masyarakat Jerman memilih Hitler dan NAZI dalam pemilu.

Hoax 1 : “Orang-orang Yahudi itu rupanya diam-diam berkomplot untuk menguasai dunia.”

Hoax 2 : “Apabila rencana orang-orang Yahudi tersebut berhasil, mereka akan menindas bangsa Jerman.”

Hoax 3 : “Maka satu-satunya cara adalah dengan melawan dan memusnahkan mereka. Hanya Hitler dan NAZI yang bisa memimpin kita melaksanakan itu. Ayo pilih Hitler.”

Hoax inilah yang menjadi salah satu pondasi naiknya NAZI Jerman ke puncak kekuasaan dan menjadi legitimasi pembantaian 6 juta orang Yahudi di kamp konsentrasi Perang Dunia II

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *