Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Sep 12, 2020 in Articles | 0 comments

Berhenti Ngompol dengan NLP

“Untuk mengubah yang kelihatan pertama kali anda harus mengubah yang tidak kelihatan – NN”

Mengajarkan anak untuk dapat bangun  dan pergi ke toilet saat mau pipis dimalam hari, mungkin menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang yang punya anak kecil. Demikian juga saya. Carmen, anak saya yang berusia lima tahun, diberikan target baru tahun 2014. Dan ia juga setuju dengan target ini.

“Katakan TIDAK pada NGOMPOL” itulah resolusi dari si kecil Carmen memasuki tahun 2014.

Sebagai ayahnya dan tentunya orang yang sangat berkepentingan untuk membuat target ini tercapai, saya harus mencari cara agar Carmen dapat dengan mudah melalui tantangan ini.

Saya teringat akan kata-kata Paul J Meyer :

“Tindakan dan Hasil seperti bagian atas dari bongkahan gunung es. Bongkahan itu dapat terlihat. Akan tetapi bagian dasar dari bongkahan itu yang merupakan bagian terbesar dari bongkahan tersebut tidak dapat anda lihat. Untuk mengubah yang kelihatan (Hasil dan Tindakan, maka anda harus mengubah yang tidak kelihatan-Mindset anda). Dan cara untuk mengubah Mindset antara lain menggunakan affirmasi dan visualisasi”

Maka Carmenpun melakukan “ritual” khusus sebelum ia tidur malam. Ritual membaca mantra atau Affirmasi “Carmen pipis di toilet, Carmen pipis di toilet dan Carmen pipis di toilet.” Matra ini kira-kira sepuluh hingga lima belas kali ia ucapkan. Kemudian titutup dengan ritual akhir, membayangkan saat ia ingin pipis, maka ia akan bangun, jalan ke toilet dan pipis di toilet. Seperti ritual sebelumnya, ritual ini juga ia lakukan berkali-kali sebelum ia tidur.

Dan akhir dari ritual ini saya akan menggunakan future pacing yang juga saya ajarkan dalam Seminar NLP (teknik NLP – membuat rencana tindakan dengan membayangkan cara ia bertindak jika menghadapai situasi yang sama di waktu yang akan datang) dengan bertanya “Carmen, jika nanti sebentar Carmen mau pipis apa yang akan Carmen lakukan ?”

“Pipis di toilet, Pa” jawabnya.

“Ayo, sekali lagi bayangkan saat Carmen, ingin pipis. Carmen bangun dan jalan ke toilet kemudian pipis di toilet” Kata saya.

Setelah melakukan calibrasi  (merupakan teknik NLP yang juga saya ajarkan dalam Seminar NLP untuk membaca bahasa tubuh) terhadap wajahnya yang innocent saya tahu kalau ia sementara membayangkan akan hal itu. Kami sekeluarga menutup hari dengan doa dan Carmenpun pergi tidur.

Memasuki hari ke 23 bulan Januari, resolusi Carmen telah tercapai. Selama 23 hari ia hanya kencing di tempat tidur 3 kali saja dan itupun diawal-awal latihan. Carmen telah berhasil mempraktekan Ilmu NLP yang saya ajarkan di Seminar NLP.

Resolusi Carmen tercapai dan resolusi ayah Carmen juga tercapai, mengurangi biaya pempers dari Carmen. Hee.. hee..hee. itulah hebatnya NLP.

(Seri tulisan NLP Terapan)

shareSeriale Online

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

 

Demikian dari saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan

Penulis buku best seller Public Speaking Mastery

Mau tingkatkan kemampuan public speaking anda ? Klikwww.publicspeakingacademy.co.id

Dan anda bisa konsultasi workshop public speaking ke :

Ms Eli 08113440909 /Ms Tya 08113490909

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *