Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Sep 14, 2020 in Articles | 0 comments

Kata membawa “bencana”

Pembicara | Arahan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk kembali memberlakukan PSBB di sebabkan peningkatan penularan covid 19 yang terjadi semakin massive, mendapatkan berbagai tanggap dan respon. Istilah rem darurat yang beliau gunakan di artikan sebagai PSBB Total yang oleh beberapa media, sehingga menimbulkan reaksi beragam, salah satunya penurunan nilai saham yang mencapai angka Rp 300 triliun.

Tentu Pak Anies Baswedan benar dalam hal ini, saat mengambil kebijakan untuk menyelamatkan banyak orang apalagi kondisi ketersediaan tempat untuk pasien covid 19 yang sangat terbatas, namun pilihan kata rem darurat dan kata psbb total yang digunakan oleh media menyebabkan kepanikan.

Penting di perhatikan untuk melakukan tiga hal ini, saat memberikan arahan atau berkomunikasi dalam situasi darurat :

  1. Instruksi Jelas

Berikanlah arahan atau instruksi yang detail dan jelas sehingga tidak menimbulkan multitafsir yang akan membuat masalah dikemudian hari. Ketidak jelasan membuat pendengar akan membangun asumsi mereka dalam menanggapi apa yang Anda katakan

2. Jangan buat cemas

Dalam situasi yang “darurat” memberikan ketenangan serta membangun optimisme merupakan salah satu tugas pemimpin sehingga tidak terjadi kepanikan

3. Solusi tuntas

Sampaikanlah solusi tuntas untuk program jangka pendek dalam mengatasi masalah yang sementara terjadi dan penting untuk selalu memberikan informasi mengenai perkembanga situasi dan kemajuan yang telah di capai.

Ayo di praktekan, Semoga bermanfaat !

Dan mungkin saja, anda bertanya cara belajar presentasi yang hebat. Klik disini dan temukan jawabannya

MotivatorIndonesia | Training Karyawan | Public Speaking

Demikian dari saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan

Penulis buku best seller Public Speaking Matery

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *