Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Sep 21, 2020 in Articles | 0 comments

Memberi harus mengharapkan Imbalan

Banjir bandang yang melanda kota Manado bulan januari 2014 menyisahkan banyak duka termasuk sekumpulan cerita mengenai ulah para celeg yang menjadikan ini sebagai ajang “cari muka” dihadapan rakyat yang berduka. Banyak komentar miring tentang sikap dari para Caleg yang memberi dengan “maksud tertentu” itu. sehingga beberapa teman mengutip kata bijak “tangan kanan memberi, sebaiknya tangan kiri tidak perlu tahu.”

Sebagai seorang Motivator seringkali dalam Training Motivasi muncul pertanyaan seperti ini : “betulkan memberi itu harus tulus ?”

Sejujurnya saya ragu, apakah anda orang didunia ini yang memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun. Karena menurut saya, setiap orang yang memberi pasti akan mengharapkan salah satu dari dua imbalan ini.

Pertama, imbalan dari Tuhan. Setiap agama mengajarkan hukum tabur tuai. Apa yang kamu tabur, maka hal itu yang akan kamu tuai. Menabur kebaikan diharapkan juga akan menuai kebaikan juga. Harapan akan adanya imbalan dari Tuhan yang mendorong sebagian besar orang untuk menyumbang secara “sembunyi-sembunyi” alias tidak mau di umumkan. Tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu untuk tahu.

Kedua, imbalan dari Manusia. Memberi dengan tujuan untuk pencitraan (dalam bentuk kampanye terselubung) manurut saya termasuk mengharapkan imbalan dari manusia. Mengharapkan imbalan dari manusia juga bisa berupa harapan akan adanya pujian, sanjungan dan juga rasa bangga karena dapat memberikan sesuatu.
Tidak ada yang salah dengan kedua harapan diatas. Yang salah apabila anda tidak member. He..he..he. Apakan anda mengharapkan imbalan dari Tuhan atau anda mengharapkan imbalan dari manusia. Akan tetapi mungkin saja anda tidak dapat mengharapkan imbalan sekaligus dari Tuhan dan Manusia.

Jika memberi masih saja dengan tujuan untuk mengharapkan imbalan dari manusia, maka kemungkinan Imbalannya langsung terasa saat itu juga dan bisa saja imbalan dari Tuhan akan hilang. Sebaliknya, memberi dengan harapan akan adanya imbalan dari Tuhan, anda akan memerlukan waktu untuk memperoleh jenis imbalan ini. Oleh karena waktu dan tempatnya terkadang sulit untuk di prediksi, maka saran saya, jika anda memberi dengan mengharapkan imbalan dari Tuhan, setelah anda memberi lupakanlah perbuatan tersebut tetapi yakinilah bahwa imbalan itu ada.

Ini pendapat saya pribadi. Bagimana dengan anda ?

shareSeriale Online

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

 

Demikian dari saya Ongky Hojanto

Pakar Public Speaking Indonesia versi Koran Kontan

Penulis buku best seller Public Speaking Mastery

Mau tingkatkan kemampuan public speaking anda ? Klikwww.publicspeakingacademy.co.id

Dan anda bisa konsultasi workshop public speaking ke :

Ms Mareti 08113440909 / 08113490909

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *