Pages Menu
Categories Menu

Posted by on Feb 7, 2021 in Articles | 0 comments

Mengkudeta Impian

Motivator | Motivator Indonesia | Pembicara |  Kudeta menjadi kata yang populer beberapa waktu belakangan ini, karena hampir di saat bersamaan kita menyaksikan dan mendengar dua aksi dari situasi berbeda. Kudeta yang di lakukan oleh militer Myanmar terhadap pemerintah yang sah, serta hembusan isu “kudeta” untuk sebuah partai politik di Indonesia yang hingga kita masih di pertanyakan kebenarannya. Kudeta umumnya di lakukan oleh internal bisa seorang diri atau bergelombol yang pada akhirnya akan membelokan jalan menuju arah yang baru sesuai kemauan yang melakukan kudeta.

Saat Anda memiliki impian, tentunya Anda menaruh harapan bahwa akan mendapatkan sesuatu atau merekan sesuatu saat impian Anda tersebut tercapai atau target terpenuhi. Sering kali di tengah perjalanan Anda di “kudeta” oleh pikiran Anda sendiri, Iya faktor internal Anda sendiri sehingga terjadi peralihan tujuan dan perubhanan tindakan.

Baca Juga : Sukses buah dari Konsistensi

Pikiran Anda hanya sebuah “benda” yang tidak dapat berdiri sendiri, ia membutuhkan informasi-informasi yang akan ia oleh menjadi persepsi dan jika persepsi yang muncul tidak sejalah dengan tujuan Anda, maka di sanalah proses kudeta itu dimulai karena terbentuklah mental blok.

Informasi ini bisa datang dari teman-teman “bangsat” yang niatnya baik, namun sesat dalam memberikan informasi. “Kamu mau bisnis di saat pandemi bro, ngak salah ?”

“Sudahlah, mimpi jangan ketinggian”

Perkataan yang niatnya baik, bisa jadi “racun” yang akan membantu pikiran Anda mengkudeta impian Anda.

Kedua, Informasi sesat yang Anda dapatkan dari tempat yang tidak tepat dan dari sumber yang salah. Atau memang informasi itu benar, akan tetapi konteksnya yang berbeda, namun karena pikiran bawah sadar Anda tidak bernalar, hal ini tetap di perhitungkannya .

Ketiga, emosi sesaat. Emosi sesaat seperti marah, kecewa dan ketidak nyamanan yang Anda rasakan dalam proses mewujudkan impian Anda, sehingga hal ini berdampak pada keputusan tergesa-gesa yang di ambil, padahal jika Anda mencoba lagi dengan cara yang berbeda, ada kemungkinan mendapatkan hasil yang berbeda.

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *