Lompat ke konten utama

Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Posted on Sep 22, 2026 | 0 comments

5 Langkah Membuat Training Lebih Relevan Tanpa Mengubah Standar

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Motivator

“People differ. Thank goodness they do.”— Theodore R. Sizer

Setiap perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Begitu juga dengan peserta training. Masalahnya, ketika training terlalu dibuat khusus untuk setiap kebutuhan, standar dan tujuan pembelajaran bisa menjadi tidak konsisten.Padahal, training yang efektif bukan berarti harus menggunakan materi yang sama persis untuk semua peserta. Kuncinya adalah mempertahankan tujuan utama, sambil menyesuaikan cara penyampaiannya. Berikut 5 langkah yang dapat dilakukan:

1. Tentukan Standar yang Harus Tetap Sama
Sebelum melakukan kustomisasi, tentukan terlebih dahulu kompetensi dan hasil belajar yang wajib dicapai peserta. Standar inilah yang menjadi “benang merah” pelatihan. Materi boleh disesuaikan, tetapi tujuan akhirnya tetap sama.

2. Pahami Kebutuhan Peserta
Kenali siapa yang mengikuti training, apa tantangan mereka, dan bagaimana kompetensi tersebut digunakan dalam pekerjaan sehari-hari. Training untuk sales, misalnya, tentu membutuhkan contoh yang berbeda dengan training untuk seorang leader atau customer service.

3. Sesuaikan Contoh dan Aktivitas

Tidak semua bagian training harus diubah. Salah satu cara paling sederhana adalah menyesuaikan studi kasus, simulasi, role play, dan contoh dengan situasi nyata yang dihadapi peserta. Dengan begitu, peserta lebih mudah menghubungkan materi dengan pekerjaan mereka.

4. Gunakan Struktur Materi yang Fleksibel
Materi training dapat dibuat dalam beberapa modul atau bagian yang memiliki tujuan jelas. Trainer kemudian dapat memilih atau menyesuaikan bagian tertentu berdasarkan kebutuhan peserta, tanpa menghilangkan kompetensi utama yang harus dicapai.

5. Evaluasi dan Perbaiki
Kustomisasi tidak berhenti ketika training selesai. Lihat kembali hasil evaluasi peserta dan penerapan materi setelah training. Dari sana, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang relevan, bagian mana yang perlu disesuaikan, dan bagaimana training berikutnya dapat dibuat lebih efektif.

Pada akhirnya, kustomisasi training bukan berarti membuat pelatihan yang berbeda untuk setiap orang. yang perlu dibuat berbeda adalah konteks, contoh, dan aktivitasnya, sementara tujuan dan standar kompetensinya tetap terjaga. Dengan pendekatan ini, training dapat menjadi lebih relevan bagi peserta tanpa kehilangan konsistensi yang dibutuhkan perusahaan.

Sumber: Lares, A.How to Customize Training Without Sacrificing Consistency. Diakses pada 22 September 2026.https://trainingindustry.com/articles/personalization-and-learning-pathways/how-to-customize-training-without-sacrificing-consistency//ongkyhojanto.com/ atau untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Fujji 0812-7194-0909.

Best Regards,
Admin – Fujji Kurnia Suci

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x