Lompat ke konten utama

Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Posted on Sep 2, 2026 | 0 comments

6 Langkah Membangun Sistem Pengembangan Manajer Baru yang Efektif

Motivator Indonesia | Public Speaking Indonesia | Motivator

“Leadership and learning are indispensable to each other.”— John F. Kennedy

Menjadi karyawan yang hebat tidak otomatis membuat seseorang menjadi manajer yang hebat. Banyak organisasi mempromosikan seseorang karena performa teknisnya bagus, tetapi lupa bahwa memimpin tim membutuhkan kompetensi yang berbeda. Manajer baru perlu belajar bagaimana memberikan feedback, mendelegasikan pekerjaan, menangani konflik, mengambil keputusan, dan mengembangkan anggota tim. Karena itu, organisasi perlu membangun sistem pengembangan yang mempersiapkan manajer sebelum mereka menghadapi masalah di lapangan.

1. Pahami Tantangan Manajer
Sebelum membuat training, cari tahu terlebih dahulu tantangan yang benar-benar dihadapi manajer baru. Libatkan HR, senior leader, manajer berpengalaman, dan anggota tim untuk mendapatkan perspektif yang lebih lengkap.

2. Tentukan Kompetensi Utama
Tentukan kemampuan yang wajib dimiliki seorang manajer. Misalnya, komunikasi, coaching, delegation, feedback, conflict management, problem solving, dan decision making. Kompetensi tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan budaya organisasi.

3. Hubungkan dengan Tujuan Bisnis
Pengembangan manajer bukan sekadar program training. Setiap kompetensi harus memiliki hubungan dengan kebutuhan bisnis. Jika organisasi menghadapi masalah engagement, misalnya, kemampuan manajer dalam memberikan feedback dan melakukan coaching menjadi semakin penting.

4. Ciptakan Learning Journey
Jangan mengandalkan satu kali training. Pengembangan akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan coaching, mentoring, praktik langsung, role play, dan evaluasi berkala. Tujuannya bukan hanya membuat manajer tahu, tetapi mampu menerapkan apa yang dipelajari.

5. Uji dan Perbaiki Program
Sebelum diterapkan kepada seluruh manajer, lakukan pilot program. Dengarkan feedback peserta dan evaluasi bagian yang masih kurang relevan. Program yang baik bukan program yang langsung sempurna, tetapi program yang terus diperbaiki berdasarkan kebutuhan nyata.

6. Ukur Dampaknya

Jangan hanya mengukur berapa orang yang mengikuti training. Ukur juga perubahan perilaku dan dampaknya terhadap tim. Apakah kualitas komunikasi meningkat? Apakah manajer lebih mampu memberikan feedback? Apakah performance tim ikut membaik?

Membangun manajer yang efektif membutuhkan lebih dari sekadar promosi dan training satu kali.
Organisasi yang ingin memiliki pemimpin kuat harus membangun sistem yang mempersiapkan mereka sebelum masalah datang. Karena pemimpin yang hebat bukan hanya lahir dari orang yang tepat, tetapi juga dari sistem pengembangan yang tepat.

Sumber: Makston, J. Developing First-Time Managers Before They Need It: 3 Best Practices. Diakses pada 02 September 2026.https://trainingindustry.com/articles/leadership/developing-first-time-managers-before-they-need-it-3-best-practices//ongkyhojanto.com/ atau untuk menanyakan mengenai Training Motivation Mastery atau Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Fujji 0812-7194-0909.

Best Regards,
Admin – Fujji Kurnia Suci

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x