Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Posted on Des 9, 2021 | 0 comments

BERPIDATO BUKAN MEMBACA ARTIKEL, SIMAK BEDANYA!

Motivator | Pembicara “The success of your presentation will be judged not by the knowledge you send, but by what the listener receives.” – Lilly Walters.

Sama seperti film dan buku adalah dua media yang berbeda, demikian pula pidato dan artikel. Film bukanlah buku yang diperankan, dan pidato bukanlah artikel yang diucapkan. Namun, banyak orang menulis pidato seperti mereka menulis artikel dan kemudian mereka membacakannya kepada audiens. Tapi di era serba digital ini, apa perlu terus membacakan artikel untuk audiens? Sementara mereka bisa membacanya sendiri.

Ada beberapa perbedaan antara pidato dan artikel. Begitu Anda mengetahui perbedaannya, Anda akan tahu bagaimana cara menyampaikan pidato yang tepat agar dapat diterima oleh audiens jauh lebih efektif dibanding sekedar membaca artikel.

Pidato Lebih Menarik Emosi

Perbedaan utama antara artikel dan pidato terletak pada cara mereka berbicara dengan pikiran dan emosi. Artikel lebih baik dalam hal berbicara dengan pikiran, sementara pidato lebih baik dalam hal berbicara dengan emosi.

Artikel dapat membahas banyak poin dan dapat menjelaskan setiap poin dengan sangat rinci. Jika seorang pembaca melewatkan satu poin, dia bisa kembali dan membacanya lagi. Jika dia merasa lelah saat membaca, dia bisa meletakkan artikel itu dan kembali lagi nanti. Lain halnya dengan pidato, ketika kita mendengarkan, kita memiliki rentang perhatian yang lebih rendah, kita tidak memiliki pilihan untuk kembali dan membaca kalimat terakhir dan tidak punya waktu untuk memikirkan semuanya.

Pidato Memiliki Faktor X

Saat berpidato, Anda memiliki faktor X yaitu saluran komunikasi tambahan yang tidak dimiliki saat menulis. Saluran ini adalah intonasi suara, bahasa tubuh, dan kontak mata. Saat Anda berpidato atau presentasi, manfaatkan saluran ekstra ini.

Dengan kata lain, berbicara di depan umum adalah tentang menjadi diri sendiri, bukan orang lain. Anda tetap membutuhkan unsur-unsur akting seperti proyeksi suara, intonasi suara dan ekspresi tubuh. Tetapi Anda harus menggunakannya untuk menyalurkan emosi Anda, bukan milik orang lain.

Pidato Lebih Singkat, Minim Statistik dan Angka

Karena audiens memiliki rentang perhatian yang lebih rendah ketika mendengarkan, penting untuk merangkai kalimat yang lebih singkat dan padat ketika berpidato. Kalimat yang mudah dipahami sebagai pembaca, belum tentu mudah dipahami sebagai pendengar. Terlalu panjang, banyak angka dan data, akan sulit dipahami dalam waktu singkat.

baca juga : Presentasi 3 “S”

Pidato dan Artikel Memiliki Tujuan yang Berbeda

Tujuan dari sebuah artikel adalah untuk mengelaborasi ide-ide sementara pidato adalah untuk mengambil ide sederhana dan berusaha membuat audiens menanggapinya secara emosional, baik ingin membuat mereka bersemangat, terinspirasi atau menyamakan pikiran. Sifat pidato inilah yang membuatnya menjadi salah satu alat komunikasi yang paling kuat. Karena faktanya, ketika kita emosional, kita memahami dan mengingat informasi dengan lebih efektif. Setuju gak?

Berpidato Layaknya Bercerita

Cerita yang menyenangkan, mudah diingat dan mudah untuk didengar, karena rentang perhatian audiens sangat pendek maka konsep bercerita adalah ‘teman terbaik’ seorang pembicara. Anda dapat menggunakan cerita untuk berbagai tujuan, misalnya untuk menjelaskan sebuah ide, mendukung argumen, menginspirasi penonton atau bahkan menghibur mereka. Sebuah cerita yang sederhana dan relevan jauh lebih baik daripada penjelasan berjam-jam.

Kembangkan keterampilan public speaking Anda dengan mengikuti Workshop Public Speaking Mastery. Hanya dalam 1 hari, Anda akan dapatkan ilmu seputar public speaking yang dipandu langsung oleh master fasilitator kami yang kompeten di bidangnya. Jangan ragu lagi!

Semoga bermanfaat !

Translator : PL

Untuk menanyakan mengenai Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Cheristine 0811 3440 909

Sumber: https://publicspeakingforlife.com.au/2016/04/13/speech-not-spoken-article-dont-treat-one/

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x