Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Posted on Des 18, 2021 | 0 comments

PRESENTASI VIRTUAL, APAKAH MUNGKIN?

Motivator | Pembicara “The pessimist sees difficulty in every opportunity. The optimist sees the opportunity in every difficulty.” – Winston Churchill

Di tengah pandemi yang tak kunjung usai, pembicara dipaksa untuk beradaptasi dengan keadaan. Serba jaga jarak dan mobilitas tertahan, membuat pembicara harus putar otak bagaimana membuat pengalaman berbicara virtual sebaik saat bertatap muka.

Bagi pembicara yang menyukai atmosfer yang penuh semangat dan energi yang dikeluarkan oleh audiens secara langsung, berbicara secara virtual tidak akan pernah semenyenangkan itu. Anda akan sulit mendapatkan feedback mendalam dan tidak dapat terhubung dengan audiens dengan cara yang sama seperti jika mereka ada di depan Anda.

Tapi sebagai seorang pembicara yang profesional, segala keterbatasan ini harus Anda lihat sebagai peluang yang bagus untuk mengembangkan keterampilan public speaking Anda. Ada tiga tips mempersiapkan presentasi virtual Anda yang bisa dicoba saat pertama kali melakukannya.

Pertama, kendalikan bahasa tubuh Anda.

Bayangkan presentasi virtual seperti tampil di TV. Seperti yang dikatakan oleh Marshall McLuhan, “TV sangat membutuhkan emosi”. Artinya perlu meningkatkan emosi dalam penampilan Anda. Jika Anda biasanya melakukan 10 bahasa tubuh saja, maka Anda perlu meningkatkan lagi hingga 12 atau bahkan 15. Artinya seluruh tubuh Anda beraksi, sama seperti ketika Anda berada di atas panggung. Misalnya kalau biasa duduk, coba Anda lakukan dalam posisi berdiri sehingga lebih leluasa.

Baca juga: Menghentikan Kebiasaan Buruk dalam Presentasi

Kedua, kendalikan sikap Anda.

Ingatlah bahwa Anda tidak akan mendapatkan banyak feedback seperti biasa Anda dapatkan, misal tawa, tepuk tangan, perhatian, dan koneksi yang diberikan oleh audiens a kepada pembicara saat bertemu langsung. Tapi Anda tidak bisa menyerah, marah, kesal, atau takut. Audiens ada di sana, Anda tidak bisa mendengar mereka. Anda harus terus berjalan bagaimanapun caranya.

Ketiga, kendalikan pesan Anda.

Ketika seorang pembicara merasa bahwa pidatonya tidak tepat sasaran, maka ia cenderung mengubah langkah atau strategi agar terhubung lagi dengan audiens atau mempercepat pidatonya. Tapi yang perlu diingat, jangan membicarakan hal-hal di luar konten meskipun respon dari audiens tidak sesuai yang diharapkan. Anda harus tetap menyampaikan pidato sesuai rencana sampai selesai.

Berbicara secara virtual tidak akan semenyenangkan seperti berbicara langsung, tetapi dengan persiapan yang matang, Anda dapat memanfaatkan pengalaman pertama ini dengan sebaik-baiknya.

Semoga bermanfaat!

Translator : PL

Untuk menanyakan mengenai Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Cheristine 0811 3440 909

Sumber: https://publicwords.com/2020/10/20/three-keys-to-beginning-a-successful-virtual-speech/

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x