Ongky Hojanto – Motivator, Pembicara, Coach, Motivator Indonesia, Public Speaking, NLP,

Posted on Jan 13, 2022 | 0 comments

Cara Cepat Adaptasi Setelah Lama Vakum Presentasi

Motivator | Pembicara “Perfect preparation doesn’t exist. Excellent adaptation does.” – Lauren Fleshman

Di penghujung tahun 2021, kabar gembira menyambut kita semua. Perlahan tapi pasti, roda perekonomian kembali pulih, dan sedikit demi sedikit mulai ada pertemuan tatap muka. Tapi bagaimana cara membangun rasa percaya diri lagi? Setelah hampir dua tahun bergelut sendiri.

Salah satu efek yang menarik dari pandemi adalah berkurangnya interaksi sosial. Bahkan seorang ekstrovert pun bisa merasa gugup untuk kembali ke kantor dan berinteraksi dengan orang lain secara normal. Lantas bagaimana jika Anda ditunjuk sebagai pembicara dalam suatu event setelah lama vakum?

Sebagai pembicara, presentasi di depan banyak orang butuh proses penyesuaian atau adaptasi kembali. Merasa gelisah dan canggung di awal-awal penampilan Anda mungkin tak bisa dihindari dan itu adalah hal wajar, sekalipun Anda bersemangat untuk berbicara secara langsung lagi dengan audiens.

Selain melatih pernapasan, self-talk, olahraga ringan, dan sebagainya, ada beberapa cara cepat adaptasi setelah lama vakum presentasi yang bisa Anda coba sebelum memulai kembali presentasi, Seperti :

Baca juga : Mana yang lebih penting : konten atau cara penyampainnya?

1. Bagilah panggung menjadi beberapa bagian.

2. Tandai naskah pidato atau bahan presentasi Anda dengan jumlah bagian yang sama.

3. Sapalah audiens yang ada di depan Anda saat presentasi.

Kunci supaya cara ini berhasil adalah:

1 . Perhatikan respon audiens.

Untuk setiap bagian, perhatikan bagaimana bagian audiens merespons secara non-verbal. Tujuannya adalah untuk fokus pada bahasa tubuh mereka daripada bahasa Anda sendiri.

2. Berikan pertanyaan untuk audiens.

Jika sesuai dengan harapan Anda, pancing audiens untuk mengetahui respon verbalmereka. Misalnya dengan mengajukan pertanyaan terbuka seperti, “Apakah ada yang punya pengalaman yang sama dengan Saya? Bisa share disini.”

Melalui pendekatan ‘mengobrol’ ini, dengan membagi audiens menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dan memancing mereka untuk merespon, akan menciptakan dialog yang melibatkan Anda dan audiens. Bukankah itu cara terbaik memulai kembali interaksi setelah selama terisolasi?

Semoga bermanfaat !

Translator : PL

Untuk menanyakan mengenai Training Public Speaking silahkan hubungi Ms. Cheristine 0811 3440 909

Sumber: https://publicwords.com/2021/07/27/how-to-handle-post-pandemic-speaking-nerves/

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Silahkan berikan komentar Andax
()
x