Pages Menu
Categories Menu

Belajar Public Speaking

Belajar Public SpeakingBelajar Public Speaking dan Manfaatnya, menurut Daniel Goleman dengan bukunya, Emotional Intelligence, adalah tokoh yang membuka mata manusia bahwa seorang anak lahir ke dunia dengan membawa berbagai kecerdasan. Dia menyatakan dengan tegas bahwa IQ hanya menyumbang 20% terhadap kesuksesan seseorang dalam kehidupan. Selebihnya, 80%, disumbangkan oleh kecerdasan lain, termasuk Kecerdasan Emosional (EQ). Padahal, ukuran kepintaran seseorang di sekolah didasarkan pada IQ, bukan EQ.

EQ adalah kemampuan mengetahui apa yang Anda dan orang lain rasakan serta bagaimana membangun sesuatu yang konstruktif dengan perasaan-perasaan itu. Terbukti faktor penunjang kesuksesan, seperti network, akan lebih mudah dimiliki jika Anda dikenal oleh banyak orang dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik, oleh karena itu Belajar Public Speaking Menjadi sebuah keharusan.

Untuk menjawab pertanyaan di awal, saya juga mendapati hasil penelitian Employment Research  Institute tahun 2005 mengungkapkan hard skill hanya berkontribusi sebesar 18% terhadap kesuksesan seseorang. Sisanya, 82%, disumbangkan oleh kemampuan-kemampuan yang disebut soft skill, salah satu cara meningkatkan soft skill adalah dengan Belajar Public Speaking. Sementara itu, survei National Association of Colleges and Employers yang dilakukan tahun 2002 di AS dengan subjek penelitian 457 pimpinan menyatakan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bukanlah hal yang dianggap penting di dunia kerja. Jauh lebih penting soft skill, yang antara lain berupa kemampuan komunikasi, kejujuran, kerja sama, motivasi, adaptasi, dan interpersonal lain dengan orientasi nilai yang menjunjung kinerja yang efektif.

Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi MBA dunia terhadap lulusan program MBA. Kesimpulan dari penelitian ini adalah soft skill lebih berperan dalam peningkatan karir. Penelitian ini dilakukan tahun 2008 dan merupakan penelitian lanjutan yang dimulai sejak 2006. Selain itu, survei yang dilakukan Pusat Kurikulum Depdiknas mengungkap bahwa kunci kesuksesan adalah 80% pola pikir dan 20% keahlian teknis.

Sebuah survey yang menarik dilakukan oleh Thomas J Neff dan James M Citrin (1999) yang dituangkan dalam buku mereka berjudul Lesson FromThe Top. Pada tahap pertama, penulis buku meminta kepada sekitar 500 orang (CEO dari berbagai perusahaan, LSM, dan dekan atau rektor perguruan tinggi) agar mereka menominasikan 50 nama orang-orang yang menurut mereka orang tersukses di Amerika.

Dari mereka, akhirnya diperoleh 50 nama yang beberapa di antaranya adalah:  Jack Welch (General Electric), Bill Gates (Microsoft) , Andy Grove (Intel) , Lou Gerstner (IBM) , Michael Dell (Dell Computer) , Mike Armstrong (AT&T) , John Chambers (Cisco System), Frederick Smith (Federal Express) Steve Case (America Online), Elizabeth Cole (American Red Cross), Michael Eisner (Walt Disney), Ray Gilmartin (Merck), Hank Greenberg (AIG) , Alex Trotman (Ford Motor Company), Bill Steere (Pfizer). Howard Schultz (Starbucks),  Ralph Larsen (Johnson&Johnson)

Kemudian di tahap selanjutkan, Neff dan Citrin melakukan wawancara kepada 50 orang terpilih tersebut satu-per-satu. Salah satu pertanyaan di wawancara itu, mengenai rahasia sukses mereka. Jawaban mereka kemudian di rangkum di dalam bab kesimpulan yang memuat 10 kiat yang menurut 50 orang tersebut paling menentukan kesuksesan mereka.  Tahukah Anda? Dari sepuluh kiat sukses tersebut tak satupun menyebut pentingnya memiliki keterampilan teknis alias hardskills sebagai persyaratan untuk  sukses di dunia kerja.

Lima puluh orang tersebut senada mengatakan  bahwa yang paling menentukan kesuksesan mereka bukanlah keterampilan teknis, melainkan kualitas diri yang termasuk dalam katagori softskills atau keterampilan berhubungan dengan orang lain (people skills).

Berikut  ini adalah 10 kiat sukses 50 orang tersukses di Amerika tersebut. Ten Common Traits of the Best Business Leaders :

1. Passion

2. Intelligence and clarity of thinking

3. Great communication skills

4. High energy level

5. Egos in check

6. Inner peace

7. Capitalizing early life experience

8. Strong family lifes

9. Positive attitude

10. Focus on “doing the right things right”

Alasan-alasan tersebut diatas yang menjadi dasar pemikiran mengapa setiap orang harus Belajar Public Speaking