Pages Menu
Categories Menu

Belajar Menjadi Trainerpreneur

Saya masuk kedalam bisnis Training tahun 2006 dan setelah menjadi Trainerpreneur, saya melihat sebuah potensi besar yang belum tergarap maksimal di industri ini.

Bisnis training adalah sebuah bisnis mulia dengan berbagai kelebihan dibandingkan dengan bisnis yang lain. Kalau saja uang bukanlah motivasi utama bagi anda, sementara niat untuk berbagi dan memberdayakan orang lain yang menjadi keinginan kuat dalam diri anda.

Mungkin pilihan profesi sebagai trainer atau motivator adalah pilihan yang bijak.

 “Pak Ongky adalah seorang Trainer yang luar biasa, tahun 2008 sy banyak belajar dari Beliau. Ilmu – ilmu Pak Ongky telah mendorong sy untuk menjadi seorang Motivator.”

Bong Chandra  – Entrepreneur, Author, Motivator 

“Awesome…!!! Dengan NLP saya jadi tahu bagaimana mewujudkan outcome saya. Saya bisa dipercaya oleh perusahan dan organisasi berskala Nasional dan Internasinal serta telah berbicara dihadapan ribuan orang.  Tahun 2012, saya memiliki 60 kali seminar di semarang dan Jakarta Terima kasih pak Ongky Hojanto”

Rudy Sugiono

“Saya belajar rahasia jadi trainerpreneur dalam 2 tahun dari keadaan tidak punya apa-apa sekarang saya menjadi Trainerpreneur dan menghasilkan pendapatan Rp 1 miliar pertahun, tiap bulan keliling Indonesia dan menginap di hotel mewah. Terima kasih pak Ongky”

(Wempy Suciady)

“Tahukan anda salah satu profesi dengan bayaran termahal di Dunia adalah profesi sebagai Trainer”

berikut ini ada beberap hal menarik yang anda bisa dapatkan sebagai seorang motivator  / Trainerpreneur dibandingkan dengan bisnis yang lain

1.Modal Kecil

Saat memutuskan untuk menjadi seorang pembicara maka saya hanya menginvestasikan Rp 15.000.000 untuk  mengikuti seminar Train for Firewalk Trainer yang di adakan oleh Tung Desem Waringin di Bali. Bermodalkan uang pinjaman, sayapun berangkat ke Bali yang saat ini masih sepi karena baru terkena bom.

Hitungan saya mengatakan bahwa dalam waktu 1 tahun anda pasti akan balik modal dan sesudah itu tinggal menikmati profitnya saja. Hampir tidak ada bisnis dengan potensi penghasilan hingga miliaran rupiah pertahun dengan hanya bermodalkan Rp. 15.000.000, kecuali menjadi pembicara. Saat memulai menjadi pembicara, kantor saya masih dirumah. Kemudian, pindah diruko.

Jika anda mau untuk mengambil langkah maju, anda bisa mengikuti workshop trainerpreneur yang saya adakan dimana anda hanya perlu menginvestasikan Rp 4.500.000 untuk workshop selama 2 hari. Dan anda akan memperoleh license sebagai seorang trainer. Apakah anda bisnis yang investasi awalnya lebih murah dari ini ?

2.Resiko Tidak Ada

Berbeda dengan bisnis distribusi barang yang harus memerlukan stok atau bisnis jasa yang lain yang harus memerlukan peralatan-peralatan penunjang jalannya bisnis, maka untuk menjadi pembicara anda hanya memerlukan 1 buah laptop dan handphone.

Laptop untuk digunakan saat presentasi dan handphone agar anda dapat dihubungi oleh perusahan yang akan mengundang anda. Karena begitu rendahnya investasi yang anda keluarkan untuk memulai propfesi sebagai pembicara maka resikonya hampir tidak ada sama sekali.

3.Bayaran Hitungan Jam

Dulu saat bekerja sebagai akuntan di sebuah hotel maka saya harus masuk kerja jam 09.00 pagi dan akan pulang jam 17.00 sore. Jika ada event maka saya juga diharuskan untuk masuk malam alias lembur. Bahkan tanggal 31 desember pun saya harus masuk kerja untuk mengontrol penjualan tiket acara old and new.

Setelah memutuskan untuk menjadi pembicara saya hanya bekerja 3 jam (sekali seminar) sama dengan gaji saya selama 1 tahun saat bekerja di Hotel tersebut. Anda bisa bayangkan, sekali seminar saya di bayar Rp. 20.000.000 jika pengeluaran perbulan saya adalah Rp. 15.000.000 maka setiap 2 bulan saya hanya perlu 3 jam seminar untuk menghidupi anak dan istri saya. Sangat menarik, bukan ?

4.Memiliki Trust di Mata orang lain

Salah satu hal terpenting yang akan anda miliki saat suadah menjadi seorang trainer adalah Trust dimata orang lain. Didalam pandangan kebanyakan orang profesi sebagai trainer adalah profesi terhormat dan terpandang, sehingga tidak heran sesudah acara ada begitu banyak orang yang dating untuk bertanya, minta tanda tangan dan juga foto. Trust yang ada dimata orang lain juga akan sangant membantu anda untuk terlibat didalam bisnis-bisnis yang lain ataupun nantinya akan diajak berbisnis oleh orang lain karena mereka telah trust kepada anda.

5.Tidak mengenal usia

Anda tidak akan menemui post power sindrom dalam profesi ini. Selama anda masih bisa berbicara maka anda akan tetap bisa menjalankan profesi ini, kecuali anda memutuskan untuk pension. Semakin tua anda maka akan semakin anda dicari, karena kelihatan semakin bijaksana. Saya dapat simpulkan, bahwa satu-satunya profesi yang tidak mengenal batasan usia adalah sebagai trainer.

Untuk Informasi mengenai workshop Menjadi Trainerpreneur silahkan hub 0811 3490 909 / 08 113440 909